Perayaan Waisak, Jusuf Kalla: Jaga Persatuan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah umat berdoa di depan lilin saat perayaan Detik-detik Waisak 2558BE/2014  di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, (15/5). Umat Budha menyambut Hari Suci Waisak yang memperingati hari lahir, hari kematian, dan hari saat Sang Buddha Gautama mendapat pencerahan. TEMPO/Suryo Wibowo

    Sejumlah umat berdoa di depan lilin saat perayaan Detik-detik Waisak 2558BE/2014 di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, (15/5). Umat Budha menyambut Hari Suci Waisak yang memperingati hari lahir, hari kematian, dan hari saat Sang Buddha Gautama mendapat pencerahan. TEMPO/Suryo Wibowo

    TEMPO.CO, Magelang - Wakil Presiden Jusuf Kalla menekankan pentingnya menjaga persatuan dan persaudaraan seluruh umat beragama. "Pada dasarnya cinta kasih pada sesama manusia, persatuan, persaudaran tentulah menjadi tujuan kita beragama," kata Kalla dalam sambutan peringatan Waisak, di Candi Borobudur, Magelang, Sabtu, 21 Mei 2016.

    Seluruh agama, kata Kalla, selalu mengajarkan kedamaian dan keselamatan. Dia mencontohkan mencontohkan Islam yang mengajarkan Assalamulaikum yang berarti memberi keselamatan. Sementara Kristen ada ucapan Shalom, Hindu dengan Om Swastiastu, dan Buddha salam Namo Budhaaya. "Semua berarti mendoakan keselamatan," kata Kalla.

    Menurut Kalla, bangsa Indonesia patut bangga dengan semboyan negara Bhinneka Tunggal Ika, meski berbeda-beda tapi tetap bersatu. "Persatuan itu harus dijaga oleh kita semua. Kedamaian harus dijaga sebaik-baiknya, penuh kejujuran, dan saling memberi penghormatan," kata Kalla.

    Perayaan Hari Raya Waisak 2560 Buddhis Era (BE)/2016 juga dihadiri Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

    Ketua Panitia Dharmasanti Waisak, Dasikin, mengatakan perayaan Waisak tahun ini mengambil tema Pencerahan untuk Kebahagiaan dalam Diri Masing-masing, sedangkan subtema adalah Buddha Dharma dan Pancasila Buddhis Menuntun Hidup dalam Kebijaksanaan.

    Dasikin mengatakan Waisak dirayakan pada Mei saat terang bulan (purnama sidhi). "Perayaan disebut juga Trisuci Waisak, karena umat Buddha memperingati tiga momen penting dalam kehidupan Siddharta Gotama," kata Dasikin.

    Ketiga momen itu adalah lahirnya Pangeran Sidharta di Taman Lumbini pada tahun 623 SM, Pangeran Siddharta mencapai Penerangan Sempurna dan menjadi Buddha saat purnamasidhi. pada usia 35 tahun, dan Buddha Gautama wafat mencapai parinirwana di bawah Pohon Sala kembar pada usia 80.

    Rangkaian perayaan Waisak nasional telah dimulai sejak Jumat, 20 Mei 2016. "Saat itu dilakukan pengambilan air berkat dari mata air (umbul) Jumprit di Kabupaten Temanggung dan pengambilan api alam dari Grobokan, Merapen, Purwodadi," kata Dasikin.

    AMIRULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pro Kontra Kemendikbud Menerapkan Zonasi Sekolah pada PPDB 2019

    Zonasi sekolah di PPDB yang diterapkan Kemendikbud memicu pro dan kontra. Banyak orang tua menganggap sistem ini tak adil dan merugikan calon siswa