Jusuf Kalla Berharap Luhut Pandjaitan Tak Campuri Golkar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Luhut Binsar Panjaitan berbicara melalui telepon saat coffee morning di kantor Menkopolhukam, Jakarta, 21 April 2016. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Menteri Luhut Binsar Panjaitan berbicara melalui telepon saat coffee morning di kantor Menkopolhukam, Jakarta, 21 April 2016. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.COJakarta - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan berada dalam acara Musyawarah Nasional Luar Biasa Partai Golkar. Wakil Presiden Jusuf Kalla berharap keberadaan Luhut bukan untuk mengintervensi munaslub. 

    "Kami ingin menjalankan demokrasi yang baik. Selama tidak memaksa, mendorong, atau intervensi (silakan). Kalau hanya berdiskusi, pasti boleh-boleh saja," kata Kalla di kantor Wakil Presiden, Jakarta, Senin, 16 Mei 2016.

    Luhut mengambil cuti untuk memantau jalannya Munaslub Golkar. Kalla mengaku tidak tahu apa yang dilaksanakan Luhut di Bali. "Saya tidak tahu apa yang dilaksanakan Pak Luhut," ujarnya. 

    Kalla berada di Jakarta untuk memimpin jalannya pemerintahan karena Presiden Joko Widodo sedang melakukan kunjungan ke Korea Selatan dan Rusia. Keberadaan di Jakarta ini menjadi alasan Kalla membantah kabar bahwa dia mengintervensi munaslub. "Saya di Jakarta, manuver bagaimana?" ujarnya.

    Munaslub Golkar dibuka Presiden Jokowi pada Sabtu, 14 Mei 2016. Ada delapan calon yang bakal memperebutkan kursi ketua umum. Mereka adalah Ade Komarudin (Akom), Setya Novanto, Priyo Budi Santoso, Azis Syamsuddin, Airlangga Hartanto, Syahrul Yasin Limpo, Indra Bambang Utoyo, dan Mahyudin. 

    Akom dan Setya adalah dua kandidat kuat dalam perebutan kursi Ketua Umum Golkar. Kalla disebut mendukung Akom, sedangkan Luhut menjadi penyokong Setya.

    Pemilihan Ketua Umum Golkar direncanakan berlangsung pada Senin ini. Kalla direncanakan menutup perhelatan politik partai berlambang beringin itu. Meski begitu, Kalla belum memastikan apakah akan bertolak ke Bali pada Senin ini. "Saya menunggu kapan mereka tutup karena itu bisa lama. Kan saya diundang untuk menutup," tuturnya.

    AMIRULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.