Munaslub Golkar, Keluarga Cendana Arahkan Dukungan ke Akom  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Putri Presiden ke-II Soeharto, Titiek Soeharto (kanan) berbincang dengan rekan kader Partai Golkar disela rapat pleno komisi Munas Golkar IX di Nusa Dua, Bali, 3 Desember 2014.. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Putri Presiden ke-II Soeharto, Titiek Soeharto (kanan) berbincang dengan rekan kader Partai Golkar disela rapat pleno komisi Munas Golkar IX di Nusa Dua, Bali, 3 Desember 2014.. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Denpasar - Calon Ketua Umum Partai Golkar, Ade Komarudin, mendapat dukungan dari keluarga Cendana saat politikus yang akrab disapa Akom itu berkampanye di Denpasar, yang dihadiri dua anak presiden kedua RI Soeharto, Titiek Soeharto dan Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto.

    Seusai kampanye, Titiek dan Tommy secara terbuka mengarahkan dukungannya kepada Akom untuk menakhodai partai beringin. Mereka menilai Ade Komarudin akan membesarkan kembali partai yang jaya di era Orde Baru tersebut.

    Titiek berujar Musyawarah Nasional Luar Biasa Golkar ini bukan hanya memilih ketua umum, tapi sebagai momentum partai tersebut untuk lebih maju. "Di Golkar itu ada prestasi, dedikasi, loyalitas, dan tidak tercela. Dari semua itu, kami lebih condong pada Ade Komarudin," katanya saat jumpa pers, di Nusa Dua, Bali, Jumat, 13 Mei 2016.

    Adapun Tommy Soeharto menilai banyak persamaan antara keluarga Cendana dan Ade Komarudin. "Harapan saya Golkar di tahun 2018 harus menjadi pemenang pemilu untuk legislatif maupun pilpres," ujarnya. "Memang harus bekerja keras karena kami harus melakukan rekonsiliasi yang luas."

    Menurut dia, dukungan keluarga Cendana diarahkan kepada Akom karena secara prestasi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat itu lebih jelas ketimbang tujuh calon lain. "Prestasi beliau di Golkar baik dan tidak pernah gagal," ujarnya.

    Selain itu, kata Tommy, Akom terbuka terhadap masukan sehingga akan lebih memudahkan untuk memperbaiki Golkar ke depannya. "Yang utama keterbukaan beliau," ucapnya.

    BRAM SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.