May Day, Ridwan Kamil Sediakan Bus Gratis untuk Buruh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Bandung, Ridwan Kamil berpose dengan sepedanya di ruang Bandung Command Centre, Balaikota Bandung, Jawa Barat, 12 April 2016. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Walikota Bandung, Ridwan Kamil berpose dengan sepedanya di ruang Bandung Command Centre, Balaikota Bandung, Jawa Barat, 12 April 2016. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Bandung - Dalam peringatan hari buruh Internasional atau yang sering disebut May Day, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil bersama menteri Tenaga Kerja Hanif Dhaqiri meluncurkan empat unit khusus pekerja di Padepokan Seni Mayang Sunda, Jalan Peta, Kota Bandung, Ahad, 1 Mei 2016. Empat unit bus khusus transportasi buruh di Kota Bandung ini merupakan komitmen Ridwan Kamil untuk menyejahterakan buruh.

    "Di Kota Bandung menyejahterakan tidak harus menaikan pendapatan, tapi salah satunya adalah menurunkan pengeluaran," kata Ridwan Kamil Ahad Siang.

    Lebih lanjut Ridwan Kamil menjelaskan, bus gratis khusus pekerja ini akan melengkapi 4 program Pemerintah Kota Bandung dalam rangka menyejahterakan buruh. Program-program yang sudah diluncurkan adalah rumah susun untuk pekerja dan kredit pinjaman usaha bernama Kredit Melawan Rentenir (Melati) dengan plafon Rp. 500 ribu hingga Rp. 30 juta.

    "Setelah bus angkutan buruh kita juga akan meluncurkan delivery sembako. Jadi nanti buruh tidak usah ke warung lagi membeli sembako dengan harga warung. Nanti tinggal sms ke forum buruh keresek sembakonya langsung diterima di depan rumah atau tempat kerja," ujar Ridwan Kamil.

    Empat unit bus khusus pekerja tersebut nantinya akan dikelola oleh Forum Serikat Pekerja dan Buruh Kota Bandung yang merupakan gabungan dari 9 serikat pekerja dan buruh. Ke depan, bus-bus tersebut akan ditambah hingga mencapai total 12 unit untuk memenuhi kebutuhan.

    Di tempat yang sama, Menteri Tenaga Kerja RI Hanif Dhaqiri mengapresiasi inisiatif Ridwan Kamil memberikan bus transportasi gratis untuk buruh. Menurut dia, hal tersebut sejalan dengan niat pemerintah pusat dalam menyejahterkakan buruh.

    "Kita di pusat kementrian tenaga juga ada. Kita sudah mendistribusikan 17 bus untuk beberapa provinsi yang kita arahkan ke kawasan-kawasan industri untuk membantu transportasi buruh,"tuturnya.

    Hanif berharap, inovasi yang dilakukan Ridwan Kamil bisa diaplikasikan di daerah-daerah lainnya seluruh Indonesia.

    "Ketika pemerintah kota melakukan seperti yang dilakukan Kang Emil maka ini sesuatu yang bagus karena selama ini selalu pusat. Kalau bicara kesejahteraan, bukan hanya masalah upah. Tapi ada kebijakan lain untuk membantu buruh untuk mengurangi pengeluaran, menekan pengeluaran mereka, maupun menambah penghasilan mereka diluar upah," bebernya.

    Ditempat yang sama, Hermawan, Ketua Forum Komunikasi Serikat Pekerja dan Buruh Kota Bandung menjelaskan, bus tersebut dipastikan tidak mampu menampung 100.000 orang buruh di Kota Bandung. Empat unit bus tersebut rencananya akan dioperasikan untuk mengangkut buruh pabrik wanita yang mendapat giliran kerja malam. "Kita utamakan yang shift malam yang wanita," ujarnya.

    Kedepan, bus-bus tersebut diharapkan bisa menjangkau kawasan-kawasan industri di Kota Bandung. Untuk saat ini, rute yang di jangkau baru sebatas Cibereum menuju Cibiru atau sebaliknya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung Tono Rusdiantono menambahkan, pengadaan empat bus tersebut tidak mengeluarkan anggaran daerah. Pasalnya, bus tersebut adalah bus bekas kedinasan milik Pemerintah Kota Bandung. "Operasionalnya didanai dari CSR sampai 8 bulan ke depan," terangnya.

    Ke depan setelah CSR berakhir, lanjut Tono, Pemkot Bandung baru akan menggunakan APBD untuk operasional bus tersebut. "Dananya tidak besar. Di angka Rp. 50 jutaan," tandasnya.

    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.