Hari Buruh Internasional, Ini 9 Tuntutan Buruh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Massa yang tergabung dalam Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia berdemonstrasi memperingati International Workers Memorial Day atau peringatan terhadap kematian pekerja di jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, 28 April 2016. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Massa yang tergabung dalam Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia berdemonstrasi memperingati International Workers Memorial Day atau peringatan terhadap kematian pekerja di jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, 28 April 2016. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi memperkirakan akan ada 50.600 buruh dari berbagai daerah yang akan merayakan Hari Buruh Internasional di Jakarta, 1 Mei 2016. Dalam aksi ini, buruh akan membawa 9 tuntutan.

    Tuntutan tersebut seperti yang ada dalam rilis Polda Metro Jaya adalah:
    1. Menolak PP No. 78 - 2015 tentang pengupahan
    2. Naikkan upah minimum tahun 2017 sebesar 30%
    3. Ubah komponen KHL (kebutuhan hidup layak) menjadi 84 item
    4. Mendukung UU Tabungan Perumahan Rakyat (TAPERA) untuk buruh & rakyat
    5. Tolak pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)
    6. Tolak PHK sepihak
    7. Tolak upah murah
    8. Menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan
    9. Tolak kriminalisasi aktivis pekerja atau buruh

    Para buruh akan menyampaikan aspirasinya di Patung Kuda, Istana Negara, Stadion GBK dan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

    Untuk mengamankan penyampaian aspirasi tersebut, polisi akan melibatkan sekitar 16.800 personil gabungan. "Polda Metro Jaya melibatkan sekitar 16.000 personil, termasuk dari TNI, SATPOL PP, DISHUB, dan lainnya," ujar Wakil Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Brigadir Jenderal Nandang Jumantara usai apel persiapan hari buruh internasional di lapangan Polda Metro Jaya, Jakarta.

    PRADITYO ADI W. (magang)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.