Bupati Purwakarta Wajibkan Seluruh Sekolah Punya WC

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, bersama Restu, bocah penderita talasemia dan ibunya, Tuti, menyatakan menggratiskan biaya transfusi darah bagi keluarga kurang mampu di Purwakarta, 8 Maret 2016. TEMPO/Nanang Sutisna

    Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, bersama Restu, bocah penderita talasemia dan ibunya, Tuti, menyatakan menggratiskan biaya transfusi darah bagi keluarga kurang mampu di Purwakarta, 8 Maret 2016. TEMPO/Nanang Sutisna

    TEMPO.COPurwakarta -Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi menargetkan seluruh sekolah di Purwakarta harus memiliki toilet dan wastafel di masing-masing kelas pada 2016. Dia mengklaim, saat ini 70 persen sekolah di Purwakarta telah memiliki toilet di setiap kelasnya. "Tahun ini, kami, ingin tuntaskan 100 persen," kata Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, kepada Tempo, Rabu, 27 April 2016.

    Program kelas bertoilet dan berwahtafel itu mulai dirintisnya sejak tahun 2014. Ia mengaku memulai membuat program satu kelas satu toilet dengan dua wastafel di luar dan di dalam itu, di sekolah-sekolah yang berada di pedesaan. "Sebagai anak kampung, saya dulu punya pengalaman kalau mau buang air itu harus lari dulu ke kali karena di sekolah tak ada toilet," kata Dedi.

    Pengalaman masa anak-anaknya itu pula yang kemudian menginspirasinya untuk mewujudkan program toilet dan wastafel di ruang kelas. "Supaya, anak-anak lebih fokus, nyaman dan aman dalam belajarnya," ujar Dedi.

    Setelah tuntas di semua penjuru pedesaan, kini, bergeser ke wilayah perkotaan. Sebab, meski tak semua memiliki fasilitas toilet yang ideal, semua sekolah di perkotaan minimal sudah memiliki toilet.

    Soal fasilitas dua wastafel untuk setiap ruang kelas, Dedi mengatakan anak-anak sebelum masuk dan memulai belajar diwajibkan mencuci tangan dahulu di luar kelas. Selain itu mereka juga diharuskan mencuci tangan setelah belajar dan di dalam ruangan.

    Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Rasmita, mengatakan ada 357 sekolah di Purwakarta. Sebagian besar sudah dilengkapi toilet dan wastafel.

    NANANG SUTISNA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.