Hari Bumi, Warga Tengger Tanam Ribuan Pohon di Bromo  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemandangan pagi d kawasan Ranukumbolo, awan kabut terlihat di sekeliling danau. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur, 16 Mei 2015. Tempo/Fajar Januarta

    Pemandangan pagi d kawasan Ranukumbolo, awan kabut terlihat di sekeliling danau. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur, 16 Mei 2015. Tempo/Fajar Januarta

    TEMPO.CO, Probolinggo - Ratusan warga Tengger di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, merayakan Hari Bumi dengan menanam ribuan bibit pohon di sepanjang akses menuju kawasan Bromo. Kegiatan yang digelar hari ini tersebut melibatkan sejumlah elemen, mulai warga desa, pelajar, pelaku wisata, hingga Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN BTS).

    Kepala Seksi Kawasan Lautan Pasir Bidang Pengelolaan Wilayah I TN BTS Sarmin mengatakan ada ribuan batang pohon yang ditanam mulai Desa Jetak, Wonotoro, Wonokerto, hingga Ngadisari. "Penanaman pohon ini dalam rangka memperingati Hari Bumi," ucap Sarmin, Sabtu, 23 April 2016. Peringatan Hari Bumi seperti ini rutin diselenggarakan di kawasan Bromo tiap tahun.

    Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Kabupaten Probolinggo Digdoyo Djamaluddin menuturkan peringatan Hari Bumi di Bromo tahun ini berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya, karena Hari Bumi tahun ini bertepatan setelah Bromo mengalami erupsi. Yoyo menjelaskan, dalam peringatan Hari Bumi, tidak hanya akses menuju kawasan Bromo saja yang ditanami pohon. "Ratusan pohon juga ditanam di Mentigen.”

    Yoyo berujar, jumlah wisatawan Bromo sudah mulai menunjukkan peningkatan dari waktu ke waktu sejak akses Bromo dibuka pascaerupsi gunung api ini. Kawasan Bromo mencakup empat kabupaten, yakni Malang, Probolinggo, Pasuruan, dan Lumajang. Status aktivitas Bromo hingga saat ini masih tetap di level II atau waspada. Dalam status waspada saat ini, masyarakat dan wisatawan tidak diperbolehkan memasuki kawasan dalam radius 1 kilometer dari kawah aktif.

    Dalam tiga hari terakhir, asap kawah masih teramati keluar hingga di ketinggian ratusan meter. Suara gemuruh disertai dentuman terkadang masih terdengar dari kawah Bromo. Hujan abu tipis terkadang juga terasa hingga Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Bromo di Dusun Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatam Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Selain itu, sinar api masih tampak dari kawah Bromo.

    Sedangkan secara kegempaan, tremor, vulkanis dangkal, serta gempa embusan juga masih terdeteksi dari Pos PGA Bromo. Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Geologi menyatakan Gunung Bromo masih aktif jika dilihat dari gempa tremornya.

    DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.