Akhirnya, Ridwan Kamil Berdamai dengan Taufik Hidayat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil dalam konferensi pers informasi penamparan seorang sopir di Bandung, 21 Maret 2016. Sopir yang mengaku ditampar tersebut merupakan pengemudi angkutan gelap. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil dalam konferensi pers informasi penamparan seorang sopir di Bandung, 21 Maret 2016. Sopir yang mengaku ditampar tersebut merupakan pengemudi angkutan gelap. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan Taufik Hidayat, sopir angkutan umum ilegal yang melaporkannya atas tuduhan penganiayaan, akhirnya berdamai. "Hari ini kami melakukan penyelesaian secara kekeluargaan. Antara pelapor yakni saudara Taufik dan Wali Kota Bandung. Keduanya sudah mempunyai persepsi yang sama. Mulai dari sekarang kedua belah pihak meyakini selama ini ada miskomunikasi. Sudah diselesaikan secara kekeluargaan," kata tim kuasa hukum Ridwan Kamil, Atang Irawan saat konferensi pers di Kafe Enak-enak Jalan Cihapit, Kota Bandung, Selasa, 19 April 2016.

    Sementara itu, kuasa hukum Taufik Hidayat, I Made Agus Rediyudana mengatakan, kliennya juga menyadari adanya kesalahan persepsi. Pada saat ditanya langsung kepada yang bersangkutan, Taufik sama sekali enggan berkomentar. "Pada hari ini kedua belah pihak menyadari adanya miskomunikasi antara pemimpin rakyat dengan rakyatnya," kata Made.

    Lebih lanjut Made menambahkan, kliennya menyatakan damai dengan Ridwan Kamil tanpa ada unsur paksaan apapun. "Tanpa ada unsur paksaan dan tanpa ada ada unsur politik. Tidak ada keuntungan yang diminta dalam bentuk materi dari klien kami," katanya.

    Masih dari tim kuasa hukum pelapor, Boy Antonius Pratama menambahkan, dasar kesepakatan damai yang dinyatakan di atas kertas bermaterai yang ditandatangani Ridwan Kamil dan Taufik Hidayat dimaksudkan untuk meminimalisir potensi konflik.

    Selain itu, selama kasus ini berjalan, baik Taufik Hidayat dan Ridwan Kamil cukup mengganggu kegiatan mereka sehari-hari. "Kita ingin menjaga kondusifitas," ujarnya.

    Setelah perjanjian damai tersebut, Taufik Hidayat dipastikan mencabut laporan kepolisian yang telah dibuat. Namun, Boy tidak menjamin kasus tersebut akan berhenti karena sudah kadung masuk dalam proses penyelidikan.

    "Kami akan cabut laporan. Tapi kewenanagan menghentikan penyelidikan keputusannya ada di kepolisian. Proses penyelidikan, penyidikan akan terus dilanjutkan. Terbukti atau tidak ya, lihat nanti saja bagaimana proses hukumnya," ujarnya.

    Ditempat yang sama, Wali Kota Bandung Ridwan kamil bersyukur ada kata damai yang disepakati oleh Taufik Hidayat. Dia berharap, kedepan segala macam salah paham yang terjadi dalam dinamika penataan kota bisa diselesaikan secara musyarawah. "Mudah-mudahan ke depannya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya.

    PUTRA PRIMA PERDANA

    BERITA MENARIK
    Mempercantik Bibir dengan Selotip Bening
    SNSD Menangis di Panggung Phantasia Jakarta, Mengapa?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.