Polisi Sita 214 Sak Pupuk Bahan Peledak Bom Ikan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Barang bukti atas kasus penggunaan bom rakitan untuk mencari ikan oleh nelayan. TEMPO/Darma Wijaya

    Barang bukti atas kasus penggunaan bom rakitan untuk mencari ikan oleh nelayan. TEMPO/Darma Wijaya

    TEMPO.CO, Pangkep - Dalam sepekan polisi Resor Kabupaten Pangkep berhasil mengamankan sejumlah 214 sak pupuk ammonium nitrate yang diduga sebagai bahan peledak yang kerap digunakan oleh pemboman ikan di kepulauan Kabupaten Pangkep.

    Kepala Polres Pangkep Ajun Komisaris Besar Mohammad Hidayat menuturkan sejak Sabtu, 9 April 2016 lalu anggota Polair hingga Minggu, 17 April 2016 menyisir sejumlah kepulauan dan menemukan 214 sak pupuk ammonium nitrate.

    "Jadi sejak adanya informasi dari masyarakat, tim Polair langsung melakukan penyisiran," ujar Hidayat, Minggu, 17 April 2016.

    Hidayat menambahkan masing-masing berat pupuk berukuran 25 kilogram dengan menggunakan merek cap matahari. "Dari informasi awal bahwa barang tersebut diduga milik lelaki Darise asal Bone rate Kabupaten Selayar dan terkait kepemilikan 117 sak amonium nitrate dari hasil informasi warga diduga milik lelaki Said H Gogo dan Piter alias itte," kata Hidayat.

    Adapun Kepala Satuan Polair Polres Pangkep Ajun Komisaris Darwis menuturkan penemuan 214 sak ammonium nitrate berbeda-beda pulau. "Jadi semua penemuan ratusan sak itu didapat di sebuah pulau kosong, di Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkep," ujar Darwis.

    Darwis menambahkan semua pupuk ditemukan di kepulauan Kecamatan Liukang Tangngaya yang merupakan pulau terluar di Kabupaten Pangkep. "Ada tiga pulau yakni, pulau Lilikang, Banawaiya, Suruabu, "ujar Darwis.

    Sementara Agus 30 tahun asal warga pulau Karanrang, menjelaskan, kebiasaan warga pulau yang kerap melakukan pemboman ikan, warga membeli persak pupuk ammonium nitrate itu lalu merakit bomnya sendiri.

    "Jadi warga pulau membeli bahan itu, terus sedikit dicampur dengan oil atau minyak. Dalam merakit pun bermacam-macam, kadang warga memakai jeriken ukuran lima liter, ada juga rakitan jeriken dua liter, atau rakitan dengan botol, lalu diberikan pemicu seperti sumbu atau lainnya,"ucap Agus.

    BADAUNI A.P.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.