PKB Gelar Final Musabaqoh Kitab Kuning  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar menghadiri pembukaan Musabaqah Kitab Kuning di aula  gedung DPP PKB, Cikini, Jakarta Pusat, 12 April 2016. TEMPO/Yohanes Paskalis

    Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar menghadiri pembukaan Musabaqah Kitab Kuning di aula gedung DPP PKB, Cikini, Jakarta Pusat, 12 April 2016. TEMPO/Yohanes Paskalis

    TEMPO.COJakarta - Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) resmi membuka final Musabaqoh Kitab Kuning (MKK) di aula gedung DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa, 12 April 2016. Acara final ini akan memilih dua peserta terbaik.

    "Para finalis ini berasal dari 31 lokasi di 31 provinsi di Indonesia," kata ketua panitia MKK Cucun Ahmad Syamsurijal di DPP PKB, Selasa ini. MKK tersebut digelar sejak 2 April lalu sehingga peserta yang masuk final tersisa 124 orang. 

    Cucun menjelaskan, dalam kompetisi ini, yang dinilai adalah kemampuan para santri menerjemahkan isi Kitab Ikhya' Ulumudin karya Imam al-Ghazali.  "Jadi besok akan dipilih finalis terbaik yang akan (mendapat hadiah) berkunjung ke Mekah," ujar Cucun, yang juga Ketua Dewan Koordinasi Nasional Garda Bangsa PKB. Ia menambahkan, ada rencana menggelar kompetisi serupa pada perayaan Hari Santri Nasional, 1 Oktober 2016.

    Ketua DPP PKB Muhaimin Iskandar menyebut kegiatan ini sebagai bagian untuk mendorong kebangkitan Islam. "Kegiatan ini tak hanya akan mencetak kIai baru, tapi juga mendukung Islam mengatasi Zaman bergolak," kata dia saat membuka acara MKK ini.

    Muhaimin mengatakan penting untuk memahami Al-Quran secara utuh agar tak terjerumus pada pemikiran baru yang menganut paham kekerasan dan radikalisme. "Jangan cuma dipahami bagian-bagian tertentu, yang bagian perang dan sebagainya. Pahami utuh," ucapnya. 

    YOHANES PASKALIS 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.