Satpol PP Sulit Tertibkan PKL Di Dekat Rumah Ridwan Kamil

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyandang disabilitas terpaksa menggunakan jalan kendaraan karena trotoar habis untuk lahan parkir dan PKL di kawasan alun-alun, Bandung, Jawa Barat (7/6). Program Bandung Juara pemerintah kota masih belum berpihak pada aksesibilitas difabel di tempat umum. TEMPO/Prima Mulia

    Penyandang disabilitas terpaksa menggunakan jalan kendaraan karena trotoar habis untuk lahan parkir dan PKL di kawasan alun-alun, Bandung, Jawa Barat (7/6). Program Bandung Juara pemerintah kota masih belum berpihak pada aksesibilitas difabel di tempat umum. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung telah menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) di sejumlah titik. Namun di Jalan Dalemkaum, pedagang masih membanjiri kawasan ini. Meski sudah sempat ditertibkan pada awal kepemimpinan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil tahun 2013 lalu, ruas jalan yang sudah direnovasi tersebut kembali ditumpangi oleh beberapa PKL yang membandel.

    Kepala Seksi Penertiban Umum Satpol PP Kota Bandung Satriadi Buana mengatakan, keberadaan PKL di Jalan Dalemkaum dan sekitarnya merupakan momok menakutkan untuk pihaknya selama ini. Pasalnya, apabila di lokasi yang masuk dalam zona terlarang untuk PKL itu masih belum bisa ditertibkan, maka Satpol PP dianggap gagal dalam menjalankan tugasnya.

    Kawasan Dalemkaum berada di sekitar Masjid Agung, Alun-alun dan rumah dinas Wali Kota Bandung. "Dalemkaum itu ujian paling berat untuk Satpol PP. Karena kalau Jalan Dalemkaum dan Kepatihan masih ada PKL berarti Satpol PP kegiatannya nol besar," kata Satriadi di Balai Kota Bandung, Kamis 31 Maret 2016.

    Satriadi mengatakan, Satpol PP Kota Bandung belum bisa bertindak tegas menggunakan kekerasan dalam penertiban. Pasalnya, apabila penertiban berlangsung rusuh, selama ini PKL selalu menang dalam sidang di pengadilan. Hal tersebut membuat Satpol PP lebih berhati-hati dalam menertibkan PKL Dalemkaum. "Kalau terjadi chaos biasanya mereka rekam," ujarnya.

    Selain itu, Satriadi tidak menampik jika masih banyak oknum anggota Satpol PP yang menarik iuran dari PKL. Dia mengetahui hal tersebut dari laporan warga. Namun hingga saat ini Satriadi belum mendapatkan ada anggota Satpol PP khususnya dari Seksi Tibum yang melakukan penarikan iuran dari PKL di Jalan Dalemkaum. "Memang kita akui masih ada yang masih bermain, menerima gratifikasi," ujarnya.

    Sebagai salah satu langkah penertiban, Satpol PP Kota Bandung telah mengumpulkan data jumlah PKL Jalan Dalemkaum yang masih berjualan di ruas jalan. Jumlah yang terdata mencapai 121 orang. Pemkot Bandung pun memberikan solusi kepada PKL yang membandel agar mengisi kekosongan lapak dalam basement pertokoan MD Plaza, menyusul ratusan PKL yang pernah ditertibkan pada tahun 2013 silam.

    "Kita harapkan 121 itu masuk ke dalam MD Plaza. Selebihnya mau-tidak mau akan kita tertibkan. Kita akan melibatkan Polisi dan TNI," ucapnya.

    Sejak perhelatan Peringatan 50 tahun Konferensi Asia Afrika digelar, Jalan Dalem Kaum, Kota Bandung, direnovasi menjadi lebih menarik. Jalan yang dulunya aspal kini berubah menjadi beton berpola dengan hiasan lampu klasik cantik berjajar di trotoar.

    Namun demikian, jalan ini bak sebuah magnet yang menarik untuk dikunjungi. Meski sudah ditetapkan sebagai zona merah alias terlarang untuk berjualan emperan, trotoar Jalan Dalem Kaum tetap saja dipadati oleh para pedagang kaki lima (PKL).

    Tidak hanya satu dua PKL yang nekat berjualan di Jalan Dalem Kaum. Dari pengamatan Tempo, di sepanjang jalan terdapat ratusan pedagang yang menggelar dagangannya di trotoar jalan. Padahal, masih di jalan yang sama, terdapat markas Satpol PP Kota Bandung. Beberapa petugas pun terlihat hilir mudik di sepanjang jalur bebas PKL tersebut.

    Di depan markas Satpol PP juga terbentang spanduk bertuliskan 'Kami warga masyarakat Kelurahan Balonggede Kecamatan Regol mendukung program Wali Kota Bandung untuk Jalan Dalem Kaum dan Gang Kaum steril dari pedagang kaki lima dan parkiran'

    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.