Hakim Terima Gugatan Praperadilan SKPP Novel Baswedan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyidik KPK Novel Baswedan tiba di Gedung Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta, 10 Desember 2015. ANTARA/Reno Esnir

    Penyidik KPK Novel Baswedan tiba di Gedung Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta, 10 Desember 2015. ANTARA/Reno Esnir

    TEMPO.CO, Bengkulu - Hakim tunggal persidangan gugatan praperadilan terhadap Surat Keputusan Penghentian Perkara (SKPP) Novel Baswedan memutuskan permohonan praperadilan, yang diajukan pemohon Irwansyah Siregar dan Dedi Nuryadi, diterima pengadilan.

    Putusan itu dibacakan Hakim Suparman di ruang sidang Tipikor Pengadilan Negeri Bengkulu sekitar pukul 14.00 WIB, Kamis, 31 Maret 2016.

    "Menyatakan permohonan praperadilan dari pemohon diterima dan meminta kepada pihak termohon untuk segera mengembalikan berkas dakwaan ke Pengadilan," kata  Suparman membacakan putusannya.

    Irwansyah dan Dedi adalah korban dugaan penganiayaan yang dilakukan Novel Baswedan saat menjadi Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Bengkulu. Keduanya ikut ditangkap dalam pengusutan pencurian sarang burung walet yang terjadi pada 2004.

    Kejaksaan lalu menghentikan kasus yang dianggap bagian dari kriminalisasi terhadap KPK itu. Novel adalah salah satu penyidik andal KPK, yang antara lain menangani kasus simulator SIM dan menyeret petinggi kepolisian.

    Dalam putusannya, hakim memerintahkan Kejaksaan menyerahkan berkas perkara kasus penganiayaan dengan tersangka Novel ke Peradilan Bengkulu agar kasus tersebut disidangkan.

    "Memerintah termohon agar berkas perkara Novel Baswedan diserahkan ke PN Bengkulu untuk melanjutkan penuntutan tersangka tersebut," kata hakim membacakan putusannya.

    Tim Jaksa Kejari Bengkulu, Ade Hermawan, menyatakan akan mengambil langkah hukum lainnya atas putusan praperadilan tersebut. Namun pihaknya lebih dulu menunggu salinan putusan dari PN Bengkulu.

    "Kami akan mengambil langkah hukum lainnya atas putusan ini. Kita lihat dulu seperti apa langkah hukum itu," kata Ade seusai sidang praperadilan.

    Sidang putusan berjalan lancar, meski diwarnai aksi demo di luar gedung pengadilan.

    Persidangan pun dikawal ketat oleh aparat kepolisian. Kapolda Bengkulu Brigjen M. Ghufron terlihat sempat hadir di pengadilan.


    PHESI ESTER JULIKAWATI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?