Dilantik, Kepala Desa Perempuan Pertama di Banda Aceh  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga menujukkan jarinya yang bertinta usai melakukan pencoblosan di TPS Desa Lamsepeung, Lueng Bata, Kota Banda Aceh, Aceh, Senin (9/4). TEMPO/Agung Pambudhy

    Seorang warga menujukkan jarinya yang bertinta usai melakukan pencoblosan di TPS Desa Lamsepeung, Lueng Bata, Kota Banda Aceh, Aceh, Senin (9/4). TEMPO/Agung Pambudhy

    TEMPO.COBanda Aceh - Yusniar menjadi perempuan pertama di Banda Aceh yang menduduki jabatan kepala desa (keuchik). Dia dilantik untuk memimpin Desa Gampong Cot Mesjid, Kecamatan Kuta Alam, Sabtu, 26 Maret 2016.

    Pelantikan dilakukan oleh Camat Kuta Alam, M. Iqbal Rokan, di Masjid Al A'la yang disaksikan para pejabat kecamatan, pemuka gampong, dan masyarakat. Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal turut hadir.

    Iqbal mengatakan pelantikan Yusniar sesuai dengan Surat Keputusan Wali Kota Banda Aceh Nomor 411 Tahun 2016. "Saudari Yusniar diangkat menjadi Keuchik Co Mesjid dan diberikan tunjangan penghasilan dengan masa jabatan enam tahun."

    Menurut dia, Yusniar mulai bertugas sejak dilantik. Adapun keuchik sebelumnya, Bachtiar Ali, diberhentikan secara hormat dari jabatannya.

    Yusniar adalah ibu rumah tangga yang juga istri Bachtiar Ali. Dia terpilih dalam pemilihan keuchik secara langsung yang digelar di desa tersebut pada Oktober 2015. Yusniar dipilih oleh mayoritas warga dengan jumlah pemilih 2.364 orang. Selama ini Yusniar aktif dalam menghidupkan kegiatan pembinaan kesejahteraan keluarga (PKK) di desanya.

    Wali Kota  Illiza Saaduddin Djamal mengatakan Yusniar menang sebagai keuchik perempuan karena dipercaya masyarakat. "Yusniar menjadi perempuan pertama yang menjadi keuchik di Banda Aceh."

    Dia berharap semua warga Gampong Cot Mesjid mendukung keuchik yang baru untuk memimpin. "Untuk membangun gampong menjadi lebih baik ke depan," kata Illiza. 

    ADI WARSIDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.