Bandung Diprediksi Macet Parah Malam Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Arus kendaraan wisatawan menuju Lembang dan arah sebaliknya terpantau padat merayap di kawasan Siliwangi, Bandung, Jawa Barat, 8 Februari 2016. Banyaknya pengunjung yang berwisata untuk menghabiskan libur panjang tahun baru Imlek di wilayah ini membuat rute Lembang mengalami kemacetan panjang. TEMPO/Prima Mulia

    Arus kendaraan wisatawan menuju Lembang dan arah sebaliknya terpantau padat merayap di kawasan Siliwangi, Bandung, Jawa Barat, 8 Februari 2016. Banyaknya pengunjung yang berwisata untuk menghabiskan libur panjang tahun baru Imlek di wilayah ini membuat rute Lembang mengalami kemacetan panjang. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Wakil Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Kota Besar Bandung Komisaris Santiadjie mengatakan kepadatan di Kota Bandung diprediksi akan terjadi malam ini, 25 Maret 2016. Pada malam ini, diprediksi sejumlah wisatawan dari luar kota akan mulai menyerbu Kota Bandung.

    "Kalau sampai saat ini masih normal. Diprediksi malam ini. Kecuali di jalur menuju Lembang. Di sana ada sedikit kemacetan," ujarnya.

    Adjie mengatakan untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas di Kota Bandung, pihaknya akan menurunkan dua pertiga anggotanya untuk membantu menertibkan jalanan yang mengalami kepadatan.

    "Ya, kami turunkan anggota. Tapi tidak sampai ada rekayasa jalur. Situasional saja," ujarnya.

    Sementara itu, di pintu jalan tol Pasteur, dari arah Jakarta menuju Kota Bandung, antrean kendaraan sepanjang lebih-kurang dua kilometer sudah mulai terlihat. "Kalau di Pasteur karena ada masalah administrasi di pintu tol," katanya.

    Adapun jalur di Kota Bandung yang diantisipasi mengalami kemacetan, yakni di Jalan Sukajadi menuju Paris Van Java Mall, jalur menuju Lembang di Setiabudi, dan di pusat perbelanjaan, seperti di Jalan Martadinata dan Cihampelas.

    IQBAL T. LAZUARDI S.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.