Jokowi Perintahkan Menteri Luhut Investigasi Heli Jatuh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kanan), bersama Johan Budi Sapto Pribowo menjawab pertanyaan wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, 12 Januari 2016. Joko Widodo menyampaikan kepada wartawan, meminta Johan Budi  sebagai juru bicara Presiden. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Presiden Joko Widodo (kanan), bersama Johan Budi Sapto Pribowo menjawab pertanyaan wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, 12 Januari 2016. Joko Widodo menyampaikan kepada wartawan, meminta Johan Budi sebagai juru bicara Presiden. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Presiden Joko Widodo, Johan Budi Sapto Pribowo, mengatakan Presiden telah memerintahkan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Pandjaitan meneliti lebih lanjut  penyebab jatuhnya helikopter TNI AD di Poso, Sulawesi Tengah, Minggu, 20 Maret 2016.

    "Presiden sudah memerintahkan Menkopolhukam meneliti lebih lanjut penyebab jatuhnya helikopter," ujar Johan Budi di kompleks Istana Negara, Senin, 21 Maret 2016.

    Hingga saat ini, penyebab pasti jatuhnya helikopter, yang membawa 13 anggota TNI, tersebut belum diketahui. Laporan sejauh ini, kata Johan, helikopter bernomor seri HA 5171 itu jatuh gara-gara cuaca.

    "Untuk sementara, laporan yang masuk adalah heli jatuh karena cuaca, disambar petir, bukan karena human error dan bukan karena mesinnya," kata Johan.

    Sebelumnya, Presiden Jokowi telah menyampaikan ucapan belasungkawa atas kejadian ini. Ucapan itu disampaikan Jokowi lewat Twitter.

    "Dukacita mendalam atas gugurnya 13 prajurit TNI dalam jatuhnya helikopter TNI Angkatan Darat HA 5171 di Poso. Mereka gugur jalankan tugas negara -Jkw," ucap Presiden Jokowi dalam akun @jokowi.



    ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.