Helikopter TNI AD Jatuh di Poso, Diduga Tersambar Petir

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kecelakaan helikopter

    Ilustrasi kecelakaan helikopter

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Penerangan Komando Daerah Militer VII/Wirabuana, Kolonel I Made Sutia, mengatakan pihaknya akan menyelidiki penyebab jatuhnya helikopter TNI Angkatan Darat di Dusun Pattiro Bajo, Kelurahan Kasiguncu, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Minggu, 20 Maret. Dugaan sementara, helikopter itu mengalami kecelakaan karena faktor cuaca yakni disambar petir.

    Sutia menuturkan pihaknya segera mencari tahu penyebab jatuhnya helikopter setelah proses evakuasi terhadap 13 awak dan penumpang rampung. Pihaknya menampik bahwa helikopter tersebut jatuh karena ditembak. "Dugaan sementara helikopter itu jatuh akibat tersambar petir. Tunggu saja informasi perkembangannya," kata Sutia, saat dihubungi Tempo, Minggu, 20 Maret.

    Hingga kini, Sutia menyatakan pihaknya fokus pada proses evakuasi terhadap seluruh awak dan penumpang helikopter TNI AD itu. Sutia tidak menjawab mengenai jumlah korban meninggal dan kronologi jatuhnya helikopter. "Saat ini sedang proses evakuasi korban untuk penanganan lebih lanjut," ucap Sutia singkat.

    Kecelakaan helikopter itu berdasarkan informasi yang beredar dikabarkan terjadi pada pukul 17.30 WITA. Helikopter itu dikabarkan berangkat dari wilayah Napu menuju Poso. Namun, kronologi kejadian tersebut belum dikonfirmasi oleh Sutia.

    Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan jurnalis, manifes helikopter jenis bell yang jatuh di Poso, antara lain yakni :
    1. Kolonel Inf Syaiful Anwar
    2. Kolonel Heri (BAIS)
    3. Kolonel Inf Ontang
    4. Letkol CPM Tedy
    5. Mayor Inf Faqih
    6. Dr. Kapt. Yanto
    7. Prada Kiki
    8. Kapt. CPM Agung
    9. Lettu CPM Wiradi
    10. Letda CPM Tito
    11. Serda Karmin
    12. Sertu Bagus
    13. Pratu Bangkit

    TRI YARI KURNIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.