SBY: Investigasi Penyebar dan Pembuat Foto Ani Capres 2019  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono bersama Ani Yudhoyono meninggalkan tempat usai memberikan kuliah umum di Universitas Udayana, Denpasar, Bali, 2 Februari 2016. TEMPO/Johannes P. Christo

    Presiden Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono bersama Ani Yudhoyono meninggalkan tempat usai memberikan kuliah umum di Universitas Udayana, Denpasar, Bali, 2 Februari 2016. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.COSurabaya - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono kesal atas beredarnya gambar istrinya, Ani Yudhoyono, sebagai calon presiden dari Demokrat pada Pemilu 2019 di media sosial. SBY menegaskan gambar itu tidak benar.

    "Kami terganggu dengan gambar itu," kata SBY saat pembukaan rapat konsolidasi nasional dalam rangka Tour de Java di Surabaya, Ahad, 20 Maret 2016.

    Menurut SBY, sampai saat ini Demokrat belum memikirkan calon presiden yang akan diusung. "Di gambar itu seolah-olah Bu Ani diusung jadi capres, Demokrat pada saatnya akan punya capres dan cawapres," ujar SBY.

    SBY meminta partainya melakukan investigasi siapa yang menyebarkan dan membuat gambar itu. Sebab, dia melihat gambar itu dibuat dengan tujuan tidak baik. "Ini ada yang ingin memecah belah kekompakan kader atau mungkin hanya iseng," tuturnya.

    Dengan kejadian itu, SBY mengingatkan para kader untuk selalu hati-hati dan waspada. Menurut dia, politik merupakan dunia yang keras, bahkan terkadang kejam.

    Sebelumnya, beredar gambar di media sosial yang mengklaim Ani maju sebagai calon presiden 2019. Dalam gambar itu tertulis, "Ani Yudhoyono Calon Presiden Partai Demokrat 2019, Lanjutkan!" Pada bagian kiri bawah gambar tercetak tagar #AniYudhoyono2019.

    EDWIN FAJERIAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.