Rayakan Earth Hour, Hotel di Yogya Hemat 30 Persen Listrik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Perayaan Earth Hour 2016 bertajuk Shine A Light on World Heritage for Climate Action juga diikuti sejumlah hotel di Yogyakarta. Pantauan Tempo di Hotel 101 Jakarta yang berlokasi di Jalan Margoutomo atau Mangkubumi juga mengadakan beberapa permainan bagi para tamu. Hotel yang memiliki 150 kamar ini mengajak para tamu untuk mengikuti games glowing bowling, earth smelling, dan membatik.

    "Lomba-lomba tersebut digelar untuk memberi alternatif kepada tamu yang mematikan lampu kamarnya sehingga bisa berpartisipasi merayakan Hari Bumi," ujar Precy Setyadhika, Marcom Hotel 101 Yogyakarta, Sabtu, 19 Maret 2016.

    Ketiga permainan tersebut dilakukan dalam kegelapan di area pool hotel dan hanya dipandu lilin yang dipasang di tepi. Hotel 101 mengadakan perayaan berbeda dengan tahun lalu yang ketika itu hanya menggelar acara dinner.

    Ia mengatakan untuk mendukung perayaan ini, para tamu diimbau untuk mematikan lampu kamar, akan tetapi tidak diwajibkan. Pengematan listrik dilakukan hotel melalui mematikan lampu balcony, logo, dan koridor hotel serta menaikkan suhu AC. Biasanya AC disetel pada suhu 20 derajat Celcius, kali ini selama satu jam dipasang pada suhu 26 derajat Celcius. "Menghemat 30 persen daya selama satu jam," tuturnya. Dalam satu hari Hotel 101 membutuhkan daya 3200 kilo watt hour.

    Christian, 26, tamu hotel asal Belanda yang berpartisipasi dalam permainan mengaku senang dengan kegiatan yang diikuti di tempatnya menginap.  "Kebetulan saya datang untuk berwisata sekalian mendukung gerakan ini," ucapnya.

    Gerakan yang dikampanyekan WWF ini disimbolkan dengan mematikan lampu dan alat elektronik selama satu jam, yakni mulai pukul 20.30-21.30 waktu setempat.  Simbolisasi tanpa listrik selama satu jam diharapkan menjadi komitmen nyata mengurangi emisi gas rumah kaca.

    Kaepala Humas dan Protokol PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, Dewi Krisnawati, menuturkan tidak ada perayaan di Candi Prambanan karena bertepatan dengan pertunjukkan reguler Sendratrari Rama Shinta. "Jadi yang dimatikan hanya lampu candi," ujarnya saat dihubungi Tempo, Sabtu, 19 Maret 2016.

    Pertunjukkan paling malam yang berlangsung tiga kali dalam seminggu tersebut digelar pada Selasa, Kamis, dan Sabtu mulai pukul 19.30-21.30 WIB. Puncak peringatan Hari Bumi justru dilakukan di Candi Borobudur yang berlokasi di Muntilan Jawa Tengah. Acara yang digelar antara lain tari-tarian serta saat lampu menyala diadakan pertunjukan Opera dari Jepang.

     

    SWITZY SABANDAR 

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.