Peringatan Bandung Lautan Api, 7.000 Siswa Sekolah Pawai Obor  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara Jepang yang segera dilucuti saat Belanda memasuki wilayah Kota Bandung dalam rekonstruksi sejarah dengan setting peristiwa Bandung Lautan Api dan Agresi Militer Belanda 1 di sekitar Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, 17 Agustus 2015. TEMPO/Prima Mulia

    Tentara Jepang yang segera dilucuti saat Belanda memasuki wilayah Kota Bandung dalam rekonstruksi sejarah dengan setting peristiwa Bandung Lautan Api dan Agresi Militer Belanda 1 di sekitar Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, 17 Agustus 2015. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.COBandung - Pemerintah Kota Bandung bakal menggelar kegiatan rutin untuk memperingati peristiwa Bandung Lautan Api yang jatuh setiap tanggal 24 Maret. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini Pemkot Bandung kembali menggelar pawai obor.

    "Tanggal 23 Maret 2016 malam akan digelar pawai obor pukul 19.00 WIB sampai pukul 20.00 WIB," kata Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat dan Kemasyarakatan Pemerintah Kota Bandung Tatang Muhtar di Balai Kota Bandung, Kamis, 10 Maret 2016.

    Kegiatan pawai obor tersebut akan melibatkan siswa dan siswi sekolah setingkat SLTP dan SLTA, serta Karang Taruna, dan komunitas. Jumlah peserta pawai obor mencapai 7.000 orang. 

    "Start dari Lapangan Tegalega dan finis di Balai Kota Bandung," tutur Tatang.

    Pawai Obor dalam rangka memperingati peristiwa Bandung Lautan Api ke-70 akan menempuh rute Lapangan Tegalega, Jalan Mohammad Toha, Jalan BKR, Jalan Mohammad Ramdhan, Jalan Karapitan, Jalan Asia Afrika, Jalan Cikapundung Barat, Jalan Braga, Jalan Suniaraja, Viaduct, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Wastukencana, dan kemudian masuk ke Balai Kota Bandung. 

    "Pukul 20.30 WIB setelah pawai akan ada penyulutan obor Bandung Lautan Api oleh Wali Kota Bandung," ucap Tatang.

    Tatang memastikan jalannya pawai obor tidak akan mengganggu arus lalu lintas. "Jalan tidak ada yang ditutup," ujarnya.

    Ke depan, pawai obor rutin dengan melibatkan ribuan orang tersebut ditargetkan bisa menjadi salah satu event promosi pariwisata yang bisa menarik banyak wisatawan. Pasalnya, pawai obor tersebut hanya ada di Kota Bandung.

    "Kami sudah melakukan koordinasi dengan dinas dan instansi terkait, terutama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Pawai obor ini akan menjadi satu item kepariwisataan. Cuma tahun ini belum," kata Tatang.

    Selain pawai obor, terdapat beberapa rangkaian acara dalam peringatan peristiwa Bandung Lautan Api 2016. Dengan mengangkat tema “Melalui Peringatan Bandung Lautan Api ke-70, Kita Kobarkan Semangat Juang untuk Membangun Bandung Smart City Menuju Kota Juara yang Unggul, Nyaman, dan Sejahtera”, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil akan menyiarkan rekaman pidato yang bersinggungan dengan tema Peringatan Bandung Lautan Api ke-70.

    "Ada juga ziarah ke makam pahlawan di Cikutra dengan pimpinan ziarah Wali Kota Bandung tanggal 23 Maret, dan puncaknya upacara di Lapangan Tegalega tanggal 24 Maret 2016," ujar Tatang.

    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.