Wapres Jusuf Kalla Lakukan Salat Gerhana di Palu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla tertawa saat bersiap menerima kunjungan kehormatan dari Deputi Perdana Menteri Turki Numan Kurtulmus (kiri) di sela-sela  KTT LB Ke-5 OKI mengenai Palestina dan Al-Quds Al-Sharif di JCC, Jakarta, 7 Maret 2016. ANTARA FOTO/OIC-ES2016

    Wakil Presiden Jusuf Kalla tertawa saat bersiap menerima kunjungan kehormatan dari Deputi Perdana Menteri Turki Numan Kurtulmus (kiri) di sela-sela KTT LB Ke-5 OKI mengenai Palestina dan Al-Quds Al-Sharif di JCC, Jakarta, 7 Maret 2016. ANTARA FOTO/OIC-ES2016

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyaksikan Gerhana Matahari Total di lapangan bola Desa Kota Pulu, Palu, Sulawesi Tengah. Saat gerhana terjadi, Kalla menyempatkan diri melakukan salat sunah kusuf (salat saat gerhana matahari).

    Kalla tiba di lokasi sekitar pukul 07.30 Wita. Saat itu, bulan berangsur-angsur mulai menutupi matahari. Sinar matahari mulai redup saat bulan sudah menutupi setengah lebih permukaan matahari. Salat gerhana pun mulai dilakukan.

    Beberapa menteri yang ikut melaksanakan salat sunah kusuf adalah Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandy dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

    Usat salat, khutbah disampaikan mantan rektor UIN Syarif Hidayatullah, Komaruddin Hidayat. Dalam khutbahnya, Komaruddin mengatakan peristiwa gerhana adalah bagian dari sunnatullah. "Peristiwa ini pernah terjadi di masa Nabi Muhammad SAW saat putra beliau bernama Ibrahim wafat," kata Komaruddin.

    Saat itu, kata Komaruddin, bangsa Arab menganggap terjadinya gerhana berkaitan dengan wafarnya Ibrahim. Namun Nabi Muhammad menjelaskan bahwa gerhana matahari terjadi bukan karena kematian seseorang, namun karena ketentuan Allah sebagai bukti kekuasaan-Nya.

    AMIRULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.