Tragis, Ibu dan Bayi Korban Kapal Rafelia 2 Tewas Berpelukan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim SAR gabungan mengangkat jenazah korban KMP Rafelia II yang tenggelam di Perairan Selat Bali, Banyuwangi, Jawa Timur, 5 Maret 2016. Satu korban ditemukan oleh tim penyelam pada pencarian siang ini. ANTARA/Budi Candra Setya

    Tim SAR gabungan mengangkat jenazah korban KMP Rafelia II yang tenggelam di Perairan Selat Bali, Banyuwangi, Jawa Timur, 5 Maret 2016. Satu korban ditemukan oleh tim penyelam pada pencarian siang ini. ANTARA/Budi Candra Setya

    TEMPO.COBanyuwangi - Kisah tragis mewarnai upaya pencarian lima korban hilang kapal karam Rafelia 2, Sabtu, 5 Maret 2016. Dua korban meninggal dunia, yakni Masruroh, 25 tahun, dan bayinya, Romlan, 18 bulan, ditemukan di kamar mandi kapal.

    Koordinator Penyelam Lapangan Angkatan Laut (Lanal) Banyuwangi Yusuf Widodo mengatakan ibu dan anak itu ditemukan berada di kamar mandi. "Ditemukan tim penyelam berada di kamar mandi," kata Yusuf. Menurut informasi, saat ditemukan, bayi Romlan ada di dalam pelampung sambil dipeluk sang ibu. 

    Baca: Kapal Rafelia 2 Pernah Kandas, Juga di Hari Jumat 

    Empat korban hilang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Dari 81 penumpang Rafelia 2, sebanyak 76 penumpang selamat, empat korban meninggal dunia, serta satu korban masih belum ditemukan. 

    Informasi yang dihimpun Tempo di lokasi pencarian korban hilang serta data dari Basarnas menyebutkan empat korban meninggal dunia yang telah ditemukan itu adalah Masruroh dan Romlan; seorang yang diduga chef kapal, Puji Purwono; serta Bambang S., kapten kapal. 

    Baca juga: Pernah Alami Musibah Lain, Ini Spesifikasi Kapal Rafelia 2

    Empat jenazah tersebut langsung dibawa ke Rumah Sakit Blambangan untuk dilakukan identifikasi. Terhadap seorang penumpang yang belum ditemukan, menurut data manifes, tim penyelam masih terus berupaya melakukan pencarian. 

    Yusuf mengatakan kapal Rafelia 2 karam di kedalaman 30-40 meter di bawah permukaan laut. Posisi kapal terbalik. Yusuf mengatakan situasi di dalam kapal sangat gelap. "Kami harus menggunakan lampu yang bisa menembus kegelapan di dalam laut," ujarnya.

    DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?