Tolak Revisi UU KPK, Rhoma Irama: Ter-la-lu...

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Idaman Rhoma Irama memasuki kendaraannya sebelum meninggalkan Gedung KPK, Jakarta, 3 Maret 2016. Kedatangan Rhoma Irama bersama para kader Partai Idaman tersebut untuk melakukan pertemuan dengan Pimpinan KPK. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ketua Umum Partai Idaman Rhoma Irama memasuki kendaraannya sebelum meninggalkan Gedung KPK, Jakarta, 3 Maret 2016. Kedatangan Rhoma Irama bersama para kader Partai Idaman tersebut untuk melakukan pertemuan dengan Pimpinan KPK. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi dangdut Rhoma Irama mendatangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi, Kamis, 3 Maret 2016. Kedatangannya kali ini untuk memberikan dukungan kepada lembaga antirasuah menolak revisi Undang-Undang KPK.

    Rhoma yang kini berkiprah di dunia politik itu rupanya tak serta merta meninggalkan dunia dangdut. Dukungan yang diberikan Ketua Partai Islam Damai Aman kepada pejabat KPK itu adalah plakat berupa piringan hitam.

    Sekitar satu jam berada dalam ruang pimpinan, ia ke luar ditemani dengan Direktur Pembinaan Jaringan Kerja Antar Komisi dan Instansi KPK Dedie A. Rachim. Sebabnya, semua pimpinan KPK sedang ada di luar kota hari ini.

    Begitu berada di tangga depan gedung KPK, Rhoma yang memakai seragam Partai Islam Idaman Aman itu disambut awak media. "Dukungan ini lagu Indonesia, ini liriknya di antaranya. Eh, mau dengar nggak lagunya? Udah tahu belum?" ujar Rhoma. Awak media hanya senyum-senyum mendengar tawaran dia.

    Tanpa aba-aba, Bang Haji Rhoma pun menyanyi.
    Selama korupsi, semakin menjadi-jadi
    Jangan diharapkan, adanya pemerataan
    Hapuskan korupsi, di segala birokrasi
    Agar terlaksana, kemakmuran yang merata
    Sehingga tidak lagi terjadi.

    Lalu ia mengangkat tangannya mengajak semua bernyanyi:
    Yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin
    Yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin

    "Kalau sampai pemerintah dan DPR tetap melaksanakan perubahan UU korupsi, itu... ter-la-lu...," katanya menutup konser kecil di siang hari ini.

    MAYA AYU PUSPITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.