Atasi Banjir Sampang, Gubernur Soekarwo Minta Pompa Besar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi banjir. TEMPO/Dasril Roszandi

    Ilustrasi banjir. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Surabaya -Gubenur Jawa Timur Soekarwo mengatakan sangat sulit membuat tambahan embung di Kabupaten Sampang untuk mencegah banjir. Lahan yang diperlukan untuk embung tidak tersedia. "Tanahnya harus disediakan kabupaten, tapi tanah kas desanya tidak ada," kata Gubernur di salah satu hotel di Surabaya, Selasa, 1 Maret 2016. Padahal, selama ini embung yang dibangun menggunakan tanah kas desa.

    Kontur tanah di Madura pun tidak mendukung untuk membangun embung geomembran. Tanah di Madura menurut Soekarwo sangat keras sehingga sangat sulit untuk dibuat embung. Oleh karena itu, dana untuk membuat embung selalu kembali kepada kas daerah karena tidak bisa digunakan untuk membangun.

    Untuk mengatasi banjir, cara satu-satunya adalah dengan menyediakan pompa yang sangat besar. Pompa ini diletakan di wilayah Kota Sampang maupun dataran yang secara geografis lebih rendah dari permukaan air laut. "Pompa ini untuk membuang air ke laut.” Pemerintah Provinsi meminta pengadaan pompa ini kepada pemerintah pusat.

    Selain menyediakan pompa besar, Pemerintah Provinsi juga telah membangun penahan air di Ombhen, Sampang. Penahan air yang telah dibangun sebanyak tiga buah. Toh penahan air ini tak bisa menangkal banjir di Sampang. "Kemarin debit airnya terlalu banyak, volume air mencapai 550 milimeter per detik."

    Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan Kabupaten Sampang perlu membangun 155 embung air di sejumlah air dari wilayah utara. Khofifah menyampaikannya saat meninjau penanganan banjir di Kabupaten Sampang kemarin.

    Ribuan rumah di 13 kelurahan dan desa di Kecamatan Kota, diterjang banjir sejak Jumat, 26 Februari lalu. Banjir ini merupakan banjir paling parah di Sampang. Sekretaris Daerah Sampang, Puthut Budi Santoso mengatakan berdasarkan laporan sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah kerugian materil akibat banjir ditaksir mencapai Rp28,5 miliar. Banjir tidak hanya merendam pemukiman warga. Rumah Dinas Wakil Bupati, Rumah Dinas Kapolres, Kantor Koramil, dan Kantor Polsek Kota Sampang juga terendam.


    EDWIN FAJERIAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.