Agung Laksono Dukung Akom Jadi Ketua Umum Golkar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wapres Jusuf Kalla selaku Ketua Tim Transisi Partai Golkar menyaksikan dua petinggi Partai Golkar Agung Laksono (kiri) dan Aburizal Bakrie (kanan) berjabat tangan usai melakukan pertemuan tertutup di Rumah Dinas Wapres, Jakarta, 3 Februari 2016. Dalam pertemuan tersebut membahas rencana musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) guna menindaklanjuti SK MenkumHAM yang memperpanjang SK Munas Riau dengan komposisi kepengurusan Aburizal Bakrie sebagai ketua umum dan Agung Laksono sebagai wakil. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    Wapres Jusuf Kalla selaku Ketua Tim Transisi Partai Golkar menyaksikan dua petinggi Partai Golkar Agung Laksono (kiri) dan Aburizal Bakrie (kanan) berjabat tangan usai melakukan pertemuan tertutup di Rumah Dinas Wapres, Jakarta, 3 Februari 2016. Dalam pertemuan tersebut membahas rencana musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) guna menindaklanjuti SK MenkumHAM yang memperpanjang SK Munas Riau dengan komposisi kepengurusan Aburizal Bakrie sebagai ketua umum dan Agung Laksono sebagai wakil. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    TEMPO.COJakarta - Wakil Bendahara Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo menyatakan Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono mendukung Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Ade Komaruddin alias Akom untuk maju dalam bursa pemilihan calon Ketua Umum Golkar yang baru. 

    "Kelihatannya begitu. Makanya beliau minta ketemu tadi malam di rumah Pak Agung. Pak Agung didampingi Pak Adnan (Gubernur Sulawesi Barat). Adnan pun memberikan dukungan kepada Akom," kata Bambang di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 29 Februari 2016.

    BACA: Kosgoro Usung Empat Calon Ketua Umum Golkar

    Bambang pun mengatakan Akom akan mendeklarasikan pencalonannya sebagai calon Ketua Umum Golkar pada 11 Maret mendatang. Rencananya, deklarasi itu akan digelar di Yogyakarta. "Momentum sejarah saja. Kami meyakini, dengan deklarasi ini, kami mendapat lebih banyak dukungan," ujarnya. 

    Sejauh ini, menurut Bambang, Akom telah mengunjungi 18 Dewan Pimpinan Daerah Tingkat I dan II Golkar. "Sudah ke Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, dan Palembang, Sumatera Selatan, juga," tutur Ketua Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat itu. 

    Adapun calon-calon Ketua Umum Golkar lainnya yang gencar menggalang dukungan, menurut Bambang, adalah Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham, Ketua Fraksi Partai Golkar Setya Novanto, serta Ketua DPP Partai Golkar Mahyudin. "Aziz (Syamsuddin), saya belum dengar lagi. Secara intensitas, Akom, Novanto, dan Mahyudin," ucapnya.

    BACA: Menjelang Munas Golkar, Para Kandidat Ketua Umum Bergerilya 

    Bambang pun menyarankan agar pemilihan Ketua Umum Golkar dilangsungkan secara tertutup. Apabila pemilihan dilakukan secara terbuka, menurut dia, akan terjadi rekayasa. "Harus hindari dukungan terbuka. Selain itu, calon tidak boleh memiliki masalah hukum," katanya. 

    Pada April mendatang, Golkar akan menggelar musyawarah nasional luar biasa dalam rangka rekonsiliasi. Dalam musyawarah itu, partai berlambang pohon beringin tersebut juga akan memilih ketua umum yang baru, menyusul tidak akan majunya kembali Aburizal Bakrie dan Agung Laksono. 

    Beberapa kader Golkar yang digadang-gadang akan mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Golkar adalah Ade Komaruddin, Idrus Marham, Agus Gumiwang Kartasasmita, Airlangga Hartarto, Priyo Budi Santoso, Setya Novanto, Aziz Syamsuddin, Syahrul Yasin Limpo, Roem Kono, dan juga Mahyudin. 

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.