Margriet Megawe Divonis Penjara Seumur Hidup

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa Margriet Megawe mendengarkan pembacaan tuntutan oleh jaksa penuntut umum saat sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Denpasar, Bali, 4 Februari 2016. Jaksa Penuntut Umum menuntut terdakwa Margriet Megawe dengan hukuman seumur hidup dalam kasus pembunuhan Angeline. TEMPO/Johannes P. Christo

    Terdakwa Margriet Megawe mendengarkan pembacaan tuntutan oleh jaksa penuntut umum saat sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Denpasar, Bali, 4 Februari 2016. Jaksa Penuntut Umum menuntut terdakwa Margriet Megawe dengan hukuman seumur hidup dalam kasus pembunuhan Angeline. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, DENPASAR - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Denpasar, Bali, yang diketuai oleh Edward Harris Sinaga, pada Senin, 29 Februari 2016, menjatuhkan vonis hukuman penjara seumur hidup kepada Margriet Megawe dalam kasus pembunuhan anak angkatnya, Engeline.
     
    Jaksa sebelumnya menuntut majelis hakim menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada Margriet karena dinilai bersalah melakukan pembunuhan berencana, eksploitasi ekonomi, serta perlakuan diskriminatif kepada anak angkatnya, Engeline, yang ditemukan tewas di halaman belakang rumahnya.

    Menurut dakwaan jaksa, Margariet, pada 15 Mei 2015, memukul Engeline hingga kedua telinga dan hidungnya berdarah.

    Kemudian, pada 16 Mei 2015, Margariet kembali memukul Engeline dan membenturkan kepalanya ke tembok sehingga Engeline menangis.

    Margariet kemudian memanggil terdakwa Agustay ke kamarnya. Agustay melihat ibu angkat Engeline itu sedang memegang rambut Engeline, kemudian membantingnya hingga terjatuh ke lantai.

    Margariet kemudian mengancam Agustay agar tidak memberi tahu hal tersebut kepada orang lain dan menjanjikan uang Rp 200 juta pada 24 Mei 2015 apabila Agustay mau mengikuti keinginannya.

    Agustay diminta Margriet mengambil kain sprai dan seutas tali untuk diikatkan ke leher Engeline. Ia kemudian diperintah Margriet mengambil boneka Engeline dan meletakkannya ke dada anak angkatnya tersebut.

    Engeline, siswa kelas II Sekolah Dasar Negeri 12 Sanur, dilaporkan hilang pada 16 Mei 2015. Jenazahnya ditemukan terkubur di halaman rumah ibu angkatnya pada 10 Juni 2015.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.