Banjir Bandang Terjang Permukiman di Brebes  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Banjir juga merendam kampung di sekitar jalur Pantura Semarang, Jawa Tengah, 4 Januari 2016. Salah satu penyebab banjirnya jalur Pantura Semarang ini adalah meluapnya Kanal Banjir Timur. TEMPO/Budi Purwanto

    Banjir juga merendam kampung di sekitar jalur Pantura Semarang, Jawa Tengah, 4 Januari 2016. Salah satu penyebab banjirnya jalur Pantura Semarang ini adalah meluapnya Kanal Banjir Timur. TEMPO/Budi Purwanto

    TEMPO.COBrebes - Banjir bandang menerjang puluhan rumah di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Banjir setinggi 80 sentimeter menerjang Dukuh Krajan, Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu, di tujuh rukun tetangga. Sebelum masuk permukiman, air lebih dulu menerjang area persawahan. "Banjir juga merusak hektaran sawah," kata penjabat sementara Kepala Desa Adisana, Ahmad Yani, Sabtu, 27 Februari 2016.

    Peristiwa ini terjadi Jumat sore, 26 Februari 2016, sekitar pukul 17.00. Banjir bandang terjadi akibat luapan Sungai Keruh yang berada tak jauh dari lokasi kejadian. Sungai diduga meluap akibat pendangkalan karena timbunan batu dan pasir serta material sungai lainnya.

    Ahmad Yani mengatakan, selain menerjang rumah, banjir juga sempat menutup akses jalan desa setempat. Jarak sungai keruh dengan permukiman sekitar 1 kilometer. 

    Menurut Yani, pada Rabu, 24 Februari 2016, wilayahnya juga diterjang banjir bandang, tapi tidak separah kemarin. "Tahun lalu juga ada, tapi hanya luapan air biasa," ujarnya.

    Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa ini. Namun sejumlah rumah rusak karena terjangan air yang cukup deras. Menurut Ahmad Yani, hingga Sabtu pagi, 27 Februari 2016, sebanyak 16 rumah masih terendam banjir. Ratusan warga dibantu aparat TNI dan Polri bergotong-royong membersihkan ranting kayu dan sampah yang tersangkut di rumah-rumah. "Ini kami masih kerja bakti," tuturnya.

    MUHAMMAD IRSYAM FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.