Menteri Siti Sebut Risma sebagai Ibu Lingkungan Hidup Surabaya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali kota Tri Rismaharini bersama pekerja dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya memperbaiki taman yang rusak di atas jalur hijau jalan Raya Darmo, Surabaya (12/5). Walikota berniat memperkarakan penyelenggara pembagian es krim gratis ini ke polisi karena di anggap merusak fasilitas publik. TEMPO/Fully Syafi

    Wali kota Tri Rismaharini bersama pekerja dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya memperbaiki taman yang rusak di atas jalur hijau jalan Raya Darmo, Surabaya (12/5). Walikota berniat memperkarakan penyelenggara pembagian es krim gratis ini ke polisi karena di anggap merusak fasilitas publik. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.COSurabaya - Pemerintah pusat menggelar telekonferensi dengan beberapa kepala daerah di sejumlah kota di Indonesia, salah satunya dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Acara ini untuk memperingati Hari Sampah Nasional, Minggu, 21 Februari 2016.

    Saat telekonferensi itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya memuji Risma karena dianggap telah berhasil mengelola sampah dan bisa menata taman-taman di Kota Surabaya. "Surabaya keren, punya taman yang terkenal,” katanya, memuji Risma.

    Bahkan, kata Siti, ada beberapa warga yang mengatakan kepadanya ingin ke Surabaya untuk melihat taman Risma yang terkenal. “Saya bingung, taman Bu Risma ini yang mana ya," ujarnya.

    Risma, yang didampingi Wakil Wali Kota Whisnu Sakti Buana serta Duta Peduli Sampah dari SMPN 11 Surabaya dan ribuan warga, hanya tersenyum sipu mendengar pernyataan itu, sehingga ia hanya berusaha mendengar pernyataan dari Menteri Siti Nurbaya itu.

    Akhirnya, Siti melanjutkan sambutannya dengan mengatakan Surabaya telah berinovasi menjadi lebih baik karena Kota Surabaya memiliki “Ibu Lingkungan Hidup” yang tak lain adalah wali kotanya sendiri, yakni Risma. “Taman di Surabaya itu keren-keren karena memang punya ‘Ibu Lingkungan Hidup’, ya Ibu Risma itu,” katanya.

    Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki juga melontarkan pujiannya kepada Kota Surabaya, terutama Risma. Ia mengatakan sangat kagum terhadap Surabaya karena selalu berinovasi menjadi kota yang maju. “Kota Surabaya top, Arek Surabaya pun keren, jadi kota yang lain jangan sampai ketinggalan,” tuturnya.

    Teten mengatakan tingkat peradaban suatu bangsa dilihat dari bagaimana kita mengolah sampah. "Di negara maju, tak ada sampah yang dibuang sembarangan," tuturnya.

    Ia menceritakan kondisi di Korea Selatan, di mana pemerintah mengawali gerakan bersih korupsi dari bersih-bersih sampah. Membuang sampah sembarangan sama artinya dengan tak punya rasa tanggung jawab terhadap negara.

    Menurut dia, tingkat korupsi di suatu negara akan kecil jika negara tersebut memiliki rasa tanggung jawab yang besar. Masyarakat yang suka membuang sampah sembarangan harus segera disadarkan.

    Teten pun mengajak masyarakat sadar diri meningkatkan tanggung jawab terhadap negara, yang dimulai dari bersih-bersih sampah. "Itulah revolusi mental," katanya.

    Sedangkan Risma, yang selalu menerima pujian, hanya tersenyum. Tanggapannya hampir sama, yaitu menyampaikan terima kasih kepada Siti Nurbaya dan Teten. "Terima kasih, Bu, terima kasih," ujarnya.

    Selain itu, Risma menyampaikan bahwa ia bersama warganya selalu ambil bagian dalam berbagai kegiatan untuk mengurangi sampah plastik, bahkan berbagai kampanye untuk diet plastik pun selalu dilakukan, sehingga Surabaya diharapkan ikut berpartisipasi untuk mengurangi sampah plastik nasional. 

    “Ini ada anak-anak kreatif menggunakan sampah plastik sebagai kostum, pernah-pernik, dan aksesori, ini salah satu bentuk daur ulang plastik di Surabaya,” katanya.

    MOHAMMAD SYARRAFAH | MAYA AYU PUSPITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.