Mentawai Jadi Daratan Pertama Indonesia yang Dilalui Gerhana  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktifitas di Pelabuhan Kabupaten Mentawai Sumatera Barat, 13 September 2007. Dok.TEMPO/ Arie Basuki

    Aktifitas di Pelabuhan Kabupaten Mentawai Sumatera Barat, 13 September 2007. Dok.TEMPO/ Arie Basuki

    TEMPO.CO, Padang - Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat bakal menjadi daratan pertama di Indonesia yang dilewati gerhana matahari total (GMT) pada 9 Maret 2016.  Sayangnya, tetapi tidak ada perayaan penyambutan gerhana yang meriah yang diadakan di sana.

    Hanya ada kegiatan sederhana yang diadakan di resort Macaroni di Desa Silabu, Pagai Selatan. "Karena tidak ada pos anggaran dari APBD Mentawai untuk merayakan acara ini,  jadi kami kerja sama dengan resort Macaroni," kata Desti Seminora Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kepulauan Mentawai, pada Minggu, 21 Februari 2016.

    Ia mengatakan pada malam sebelum gerhana akan ada pertunjukan kesenian, kuliner, dan permainan tradisional yang disuguhkan masyarakat setempat. Juga doa bersama lintas agama.

    Dusun Seai Baru, Desa Sikakap di Pulau Pagai Selatan tercatat sebagai lokasi pertama di Indonesia yang menyaksikan gerhana matahari total pada 9 Maret pagi karena berada paling barat Indonesia.

    Acara penyambutan gerhana akan diadakan di lokasi Macaronis di Desa Silabu, Pagai Utara, sekira 20 km barat Dusun Seai Baru. Lokasi ini juga dilewati GMT.

    Kontak pertama gerhana akan terjadi pada pukul 7.20 WIB selama 2 jam 6 menit. Sedangkan durasi gerhana total selama 1 menit 51,6 detik.

    Kepala Stasiun Geofisika BMKG Padang Panjang. Rahmat Triyono, mengatakan daratan Mentawai adalah temat pertama di Indonesia yang dilalui gerhana matahari.

    “Sebenarnya dimulai dari samudera, tetapi di sana kan ngak ada penduduknya, jadi dihitung dari Dusun Seai di Pulau Pagai Selatan,lalu Pesisir Selatan, Muko-Muko, Tanjung Pinang,Palembang dan terus ke Indonesia bagia timur,” kata Rahmat Triyono,

    Walaupun begitu, Stasiun Geofisika BMKG Padang Panjang yang memiliki kantor di Kota Padang Panjang, Sumaera Barat tidak memantau gerhana di Mentawai karena keterbatasan transportasi laut.

    BMKG Padang Panjang memilih memantau GMT di Muko-Muko, ibukota kabupaten Muko-Muko, Provinsi Bengkulu. Mereka bekerja sama dengan Stasiun Geofisika BMKG Kepahyang, Bengkulu.

    "Inginnya di Mentawai, tetapi kami khawatir dengan keterbatasan transportasi laut ke sana,dan lagi di daratan sumatera juga ada gerhana matahari total, jadi kamimemilih di Muko-Muko karena gerhana di sana juga lebih pekat,” kata Rahmat Triyono.Tim BMKG Padang Panjang menuju Muko-Muko pada 7 Maret 2016 membawa peralatan detik-detik GMT melalui screen hasil pengamatan BMKG.

    FEBRIANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.