PT Pos Buat Perangko Khusus Menyambut Gerhana Matahari Total  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi menyaksikan gerhana matahari. AP/Shizuo Kambayashi

    Ilustrasi menyaksikan gerhana matahari. AP/Shizuo Kambayashi

    TEMPO.CO, Bandung — Menyambut peristiwa gerhana matahari total dan parsial di wilayah Indonesia pada 9 Maret 2016, PT Pos Indonesia menyiapkan perangko edisi khusus Gerhana Matahari Total 2016. Tema gambarnya bernuansa tradisional, yakni gambar Batara Kala menelan matahari.

    Manajer Filateli PT Pos Indonesia di Bandung, Tata Sugiarta mengatakan, perangko baru itu terdiri dari tiga desain yang merupakan proses gerhana. Gambar pertama berupa matahari sabit yang berhadapan dengan wajah Batara Kala. Gambar kedua ketika terjadi gerhana matahari total dan tampak Batara Kala sedang memakan matahari yang hitam dari arah atas.

    Gambar ketiga atau terakhir menunjukkan tahapan selesainya gerhana dengan wajah Batara Kala di sisi kanan matahari sabit. Gambar hitam dan putih itu berlatar kepulauan wilayah Indonesia yang berwarna kuning kehijauan. “Kami meminta tim desainer dari Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB untuk membuatnya,” kata Tata, Sabtu, 20 Februari 2016.

    Selain itu, pada gambar juga terdapat titik-titik merah sebagai simbol beberapa kota yang akan dilintasi gerhana matahari total. Perangko edisi khusus Gerhana Matahari Total 2016 itu, ujar Tata, dicetak sebanyak 100 ribu lembar. Rencananya, PT Pos akan menghelat peluncuran perangko tersebut di Observatorium Bosscha, Lembang, pada Sabtu, 27 Februari 2016. “Mulai sekitar jam 9 pagi,” kata Direktur Observatorium Bosscha, Mahasena Putra.

    Peluncuran perangko itu, menurut Tata, akan mengundang sekitar 100 orang termasuk para kolektor perangko. Selain itu juga akan dipamerkan perangko keluaran lama yang terkait peristiwa gerhana matahari total 1983 di sebagian wilayah Indonesia.

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.