Korban Tewas Banjir dan Longsor di Sumatera Barat Bertambah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga berada di antara material lumpur dan kayu yang terbawa arus banjir bandang di Jorong Buluah Kasok Kenagarian Sarilamak Kecamatan Harau, 50 Kota, Sumatera Barat, 25 Mei 2015. ANTARA FOTO

    Sejumlah warga berada di antara material lumpur dan kayu yang terbawa arus banjir bandang di Jorong Buluah Kasok Kenagarian Sarilamak Kecamatan Harau, 50 Kota, Sumatera Barat, 25 Mei 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Korban tewas setelah banjir dan longsor yang terjadi di Sumatera Barat bertambah menjadi delapan orang. Setelah korban banjir di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat ditemukan tewas, Rabu, 10 Februari 2016.

    "Korban ditemukan Tim SAR dalam kondisi meninggal dunia," ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Barat, R Pagar Negara, Rabu, 10 Februari 2016.

    Korban bernama Padri, 16 tahun, terseret arus sungai Batang Maek di Nagari Gunung Malintang Kecamatan Pangkalan Koto Baru Kabupaten Limapuluh Kota, saat banjir melanda daerah tersebut, Senin kemaren. Kata Pagar, korban ditemukan disekitar wilayah Gunung Malintang.

    Kepala BPBD Kabupaten Limapuluh Kota, Nasrianto, mengatakan korban di seret arus sungai saat memancing di jembatan gantung Sungai Maek Gunung Malintang. Saat itu, korban sedang memancing.

    "Korban ditemukan 1,5 kilometer dari jembatan itu," ujar Nasrianto saat dihubungi Tempo, Rabu, 10 Februari 2016.

    Ditemukannya korban banjir di Limapuluh Kota itu, menambah deretan jumlah korban tewas setelah terjadinya banjir dan longsor di Sumatera Barat. Korban terwas saat ini mencapai delapan orang. Satu orang masih dalam proses pencarian.

    Sebelumnya, tim gabungan menemukan seorang mayat laki-laki di Aripan Kecamatan X Koto Singkara, Kabupaten Solok. Mayat ditemukan di sekitar lumpuran akibat banjiryang terjadi di kawasan itu Senin kemaren. Namun, hingga saat ini, identitas korban belum diketahui.

    Korban meninggal dunia juga ditemukan di Lubuk Ulang Aling Selatan, Sangir Batang Hari Kabupaten Solok Selatan. Korban bernama Joni, 22, diduga dihantam air deras sat menyeberangi sungai kecil saat banjir terjadi Senin lalu.

    Korban tewas terbanyak ditemukan di Jorong Taratak Tinggi di Kecamatan Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan. Enam orang tertimbun longsor Rabu dini hari. Hingga saat ini, baru lima korban yang ditemukan tewas. Mereka adalah, Upik, 55 tahun, Ramli, 20 tahun, Si Lin, 18 tahun, Nisa 1,5 tahun, dan M Yunus 65 tahun.

    Satu orang korban belum ditemukan. Tim gabungan evakuasi masih melakukan pencarian hingga sore tadi. Korban diketahui bernama Reva, 2 tahun.

    "Proses pencarian Reva masih dilakukan di antara tumpukan longsor setinggi 8 meter dengan panjang 100 meter dan lebar 50 meter," ujar Pagar Negara.

    ANDRI EL FARUQI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.