Curah Hujan Tinggi, Surakarta Tetapkan Status Siaga Bencana  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi musim hujan/awan mendung. ANTARA/Iggoy el Fitra

    Ilustrasi musim hujan/awan mendung. ANTARA/Iggoy el Fitra

    TEMPO.CO, Solo - Pemerintah Kota Surakarta menetapkan status siaga bencana hingga akhir Februari 2016. Penetapan status itu berdasarkan prediksi curah hujan yang tinggi di dua pekan terakhir bulan ini.

    Ketua Pelaksana Harian Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surakarta Gatot Sutanto menyebutkan bahwa mereka selalu berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. "Cuaca diprediksi cukup ekstrem dengan curah hujan tinggi," kata Gatot, Rabu, 10 Februari 2016.

    Menurut Gatot, BPBD Surakarta telah menetapkan status siaga untuk mengantisipasi potensi bencana yang muncul. Selama ini bencana banjir sering melanda lantaran luapan Bengawan Solo yang melintas di kota tersebut.

    Selama sepekan terakhir, permukaan Bengawan Solo memang cukup tinggi lantaran hujan deras di sekitar hulu sungai. Tinggi permukaan Bengawan Solo di pos Duga Jurug sempat menembus angka delapan meter hingga berstatus siaga kuning.

    BPBD Surakarta juga telah menggelar koordinasi dengan belasan organisasi relawan yang ada di kota tersebut. "Ada ribuan personel yang sudah siap siaga mengantisipasi kemungkinan terburuk," katanya.

    Gatot juga mengatakan BPBD telah menyiapkan logistik untuk menghadapi bencana banjir dalam bentuk bahan makanan cepat saji dan awet. "Jumlahnya cukup banyak, jika kurang masih bisa ditambah menggunakan dana tak terduga," katanya.

    Pelaksana tugas Sekretaris Daerah Kota Surakarta, Rachmat Sutomo, menyebut ada 23 kelurahan rawan banjir yang ada di kota itu. "Kebanyakan adalah kelurahan yang ada di sekitar bengawan maupun aliran anak sungai," katanya.

    Rachmat yakin ancaman banjir yang disebabkan luapan Bengawan Solo bisa diantisipasi lebih cepat. "Infrastruktur di Bengawan Solo sudah cukup lengkap," katanya. Pihaknya justru lebih mengkhawatirkan ancaman luapan Kali Pepe yang melintas di Surakarta wilayah utara.

    Sebab sungai yang berhulu di Boyolali itu tidak memiliki bendung atau dam sehingga mengalir deras saat musim hujan. "Tahun kemarin menyebabkan banjir bandang yang berdampak cukup luas," kata Rachmat. Bahkan, luapannya hampir mengenai kediaman Presiden Joko Widodo yang berada di Kelurahan Sumber.

    AHMAD RAFIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.