Kalla: Demo Buruh Jangan Sampai Picu Masalah Lebih Besar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) melakukan long march saat menggelar unjuk rasa di Jakarta, 6 Februari 2016. Dalam aksinya mereka menuntut pencabutan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 dan menghentikan PHK massal. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ribuan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) melakukan long march saat menggelar unjuk rasa di Jakarta, 6 Februari 2016. Dalam aksinya mereka menuntut pencabutan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 dan menghentikan PHK massal. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.COJakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta demo buruh tidak sampai menyebabkan masalah yang lebih besar. Ia mempersilakan para buruh berdemo, tapi dengan tertib dan sopan. 

    "Buruh kan mengalami kesulitan kalau ekonomi turun, jangan pula demo sampai menyebabkan masalah lebih besar lagi. Silakan unjuk rasa, tapi dengan sopan dan baik. Karena itu untuk kepentingan buruh sendiri," katanya setelah menghadiri acara peluncuran ensiklopedi Yusril Ihza Mahendra di Gedung Bidakara, Sabtu, 6 Februari 2016.

    Kalla mengatakan demonstrasi biasa dilakukan karena Indonesia adalah negara demokratis. Tapi ia mengingatkan agar demonstrasi tidak sampai melanggar hukum atau merusak keamanan. 

    "Kalau tidak, akan ditindak. Jangan merusak. Silakan demo, asalkan jangan merusak dan jangan halangi orang," ujarnya. Kalla juga menegaskan sikap ini demi kepentingan buruh sendiri.

    Presiden KSPI dan FSPMI, Said Iqbal, sebelumnya mengatakan buruh berunjuk rasa untuk menyuarakan stop pemutusan hubungan kerja (PHK), tolak upah murah, dan cabut Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015. 

    Berdasarkan data KSPI dan FSPMI, 865 buruh PT Toshiba Consumer Products Indonesia di-PHK. Sebanyak 480 buruh PT Panasonic mengalami nasib serupa. Said memaparkan banyak pekerja saat ini terancam PHK. Pasalnya, sejumlah perusahaan tidak lagi memperpanjang kontrak kerja karyawannya.

    ANANDA TERESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?