Kasus Masinton, Dita Aditia Menangis Setelah Diperiksa Polisi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tenaga ahli DPR RI, Dita Aditya (27) melaporkan anggota Fraksi PDI Perjuangan Masinto Pasaribu ke Badan Reserse Kriminal Mabes Polri terkait dugaan tindak pidana penganiayaan. (Istimewa)

    Tenaga ahli DPR RI, Dita Aditya (27) melaporkan anggota Fraksi PDI Perjuangan Masinto Pasaribu ke Badan Reserse Kriminal Mabes Polri terkait dugaan tindak pidana penganiayaan. (Istimewa)

    TEMPO.CO, Jakarta - Dita Aditia Ismawati menangis setelah diperiksa penyidik Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Kamis, 4 Februari 2016. Asisten pribadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Masinton Pasaribu, itu hanya sesenggukan ketika wartawan bertanya kepadanya mengenai materi pemeriksaan hari ini.

    Penyidik Bareskrim memeriksa Dita terkait dengan laporannya mengenai dugaan penganiayaan terhadapnya yang dilakukan Masinton Pasaribu. Ia diperiksa selama empat jam. Seusai pemeriksaan, wartawan berusaha mengkonfirmasi pemeriksaan ini. Namun ia enggan berkomentar.

    Baca: Kasus Masinton Pasaribu, Dita Aditia Klaim Punya Bukti Kuat

    Kuasa hukum Dita dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Apik, Uli Pangaribuan, juga enggan menjawab saat dikonfirmasi. "Nanti, nanti aja. Kami udah BAP," kata Uli sambil berlari-lari kecil bersama Dita ke arah mobil Inova Hitam dengan nomor polisi B-2700-LI. Mereka lantas berlalu meninggalkan pewarta yang menunggunya sejak pagi.

    Pada 31 Januari lalu, Dita Aditia melaporkan dugaan penganiayaan yang diduga dilakukan Masinton. Dugaan penganiayaan oleh politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu terjadi pada 21 Januari lalu. Karena penganiayaan ini, Dita mengalami luka di bagian pelipis dan mata sebelah kanan.

    Ia mengaku pemukulan tersebut adalah yang kedua kalinya terjadi selama menjadi asisten pribadi Masinton. Lewat pengacaranya, Dita melaporkan pula kasus dugaan penganiayaan ini ke Mahkamah Kehormatan Dewan.

    Adapun Masinton membantah telah memukul Dita. Masinton berdalih, luka yang dialami Dita disebabkan kecelakaan ketika ia, Dita, serta sopirnya berkendara.

    EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.