Di Buton Satu Pasien DBD Meninggal Dunia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi - Stop Demam Berdarah. Doc KOMUNIKA ONLINE

    Ilustrasi - Stop Demam Berdarah. Doc KOMUNIKA ONLINE

    TEMPO.CO, Kendari - Dinas Kesehatan Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, mencatat satu pasien demam berdarah dengue meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di RSUD setempat. Laporan sementara yang masuk terkait dengan kasus DBD sepanjang Januari 2016, tercatat tujuh orang terjangkit penyakit mematikan ini.

    "Satu meninggal dunia yaitu Rizki dari Kelurahan Saragi. Dia meninggal empat hari yang lalu," ujar Kepala Dinas Kesehatan Buton Sumardin, Rabu, 3 Februari 2016.

    Sumardin mengatakan pihaknya terus memantau penyebaran DBD di Kabupaten Buton. Namun dinas belum menetapkan status kejadian luar biasa (KLB).

    Agar tidak terjadi KLB, dia melanjutkan, Dinas Kesehatan telah melakukan upaya-upaya pencegahan dengan mengerahkan kader-kader kesehatan untuk mensosialisasikan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan menerapkan PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat).

    "Dengan upaya-upaya yang dilakukan, dan kesadaran maupun kewaspadaan masyarakat diharapkan jumlah kasus DBD dapat ditekan," katanya.

    Sumardin menambahkan, Januari hingga Februari merupakan puncak kasus DBD seiring berlangsungnya musim hujan. Sehingga, perlu dilakukan antisipasi dengan fogging massal sebelum masa penularan di wilayah endemis. "Penyuluhan dan surat edaran akan kita terbitkan untuk melaksanakan 3M (menguras, menutup, mengubur) di seluruh wilayah Kabupaten Buton," katanya.

    Sumardin juga mengimbau masyarakat agar aktif melaporkan kejadian atau informasi penyebaran DBD ke petugas kesehatan terdekat. Sehingga, warga yang menderita penyakit ini mendapatkan penanganan medis dan menghindari jatuhnya korban.

    ROSNIANWATY FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.