Anggota TNI Tewas, Diduga Dikeroyok di Kafe

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tawuran/perkelahian. (kikiandi)

    Ilustrasi tawuran/perkelahian. (kikiandi)

    TEMPO.COBandung - Seorang anggota TNI Angkatan Darat, Prajurit Dua (Prada) VP, dari kesatuan Pusat Kesenjataan Kavaleri Komando Pembina Doktrin Pendidikan dan Latihan (Kodiklat), tewas pada Ahad, 31 Januari 2016. Dia diduga dikeroyok di Shelter Cafe and Bar, Kota Bandung.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun Tempo, dugaan pengeroyokan tersebut terjadi pada pukul 01.00 dinihari. Saat itu, Prada VP ditarik keluar oleh sejumlah orang yang tak dikenal. Korban mengalami luka memar di bagian kepala dan di sejumlah bagian tubuh.

    Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Besar Bandung Ajun Komisaris Besar Mochamad Ngajib mengatakan korban Prada VP dinyatakan tewas setelah mengalami koma di Rumah Sakit Kawaluyaan, Bandung Barat. "Kasus ini masih kami selidiki," ujarnya kepada Tempo, Senin, 1 Februari 2016.

    Ngajib mengatakan hingga saat ini polisi belum bisa menyebutkan siapa pelaku penganiayaan yang mengakibatkan korban tewas. Ia pun menyebutkan kasus ini ditangani Polisi Militer TNI AD karena ada dugaan pelaku pengeroyokan merupakan sesama anggota TNI. "Mungkin bisa tanya juga ke Danpom (Komandan Polisi Militer)," ujarnya.

    Sebanyak 12 saksi sudah dimintai keterangan oleh penyidik Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung. Saksi-saksi tersebut di antaranya petugas satpam kafe, pegawai kafe, dan teman korban. "Ada sekitar 12 orang yang sudah diperiksa," katanya.

    Komandan Polisi Militer III/Siliwangi Letkol Didin Sofyanudin mengatakan pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan polisi. "Ya, kasusnya masih ditangani di Polrestabes dan masih ditangani di sana. Kemungkinan dilimpahkan kepada kami," tuturnya kepada Tempo.

    IQBAL T LAZUARDI S


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.