PDIP Beri Sinyal Usung Ahok-Djarot di Pilkada DKI 2017

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur dan Wakil Gubernur  DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, berdoa bersamad untuk para korban Air Asia saat pergantian tahun 2015 di Monas, Jakarta, 1 Januari 2015. Tempo/M IQBAL ICHSAN

    Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, berdoa bersamad untuk para korban Air Asia saat pergantian tahun 2015 di Monas, Jakarta, 1 Januari 2015. Tempo/M IQBAL ICHSAN

    TEMPO.COBlitar – Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan, kepala daerah dan wakil kepala daerah kader partai yang telah menduduki jabatan akan diprioritaskan dalam pemilihan berikutnya. 

    Walau demikian, kata dia, PDIP tetap menjaring bakal calon bupati/wali kota dan gubernur. Penjaringan bersifat terbuka, termasuk bagi tokoh dari luar partai. “Demikian pula untuk pemilihan Gubernur DKI Jakarta,” katanya saat mendampingi Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri bertamu ke kediaman Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat di Blitar, Jumat, 29 Januari 2016.

    Hasto menuturkan kader partai yang saat ini menjabat kepala daerah ataupun wakilnya akan mendapat kesempatan lebih besar untuk dicalonkan kembali, termasuk Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot.

    Khusus Ahok-Djarot, partainya sedang mengevaluasi elektabilitas mereka lewat jajak pendapat. Hasto tidak mempersoalkan jika ada pihak yang mendorong keduanya tampil kembali. “PDIP punya catatan dan persepsi sendiri soal mereka,” tuturnya saat disinggung soal sosok Ahok yang kontroversial.

    Djarot sendiri mengatakan pembangunan di DKI Jakarta tak boleh terputus. Dia berpendapat, program kerja yang telah disusun kepala daerah sebelumnya harus disambung agar benar-benar bisa direalisasi dengan baik. “Tidak bisa hanya dalam satu term, harus dua term atau 10 tahun,” katanya.

    Pekerjaan yang membutuhkan kontinuitas, menurut Djarot, antara lain pemenuhan kebutuhan akan permukiman untuk masyarakat menengah-bawah, penyelesaian banjir, serta persoalan urbanisasi. "Program-program kerja itu disusun tidak dalam waktu pendek, dibutuhkan konsistensi dalam pelaksanaannya," ucap bekas Wali Kota Blitar ini.

    Adapun Megawati enggan melayani wawancara. Seusai nyekar di makam Bung Karno, Megawati, yang membawa 24 anggota rombongan, langsung menuju rumah Djarot di Jalan D.I. Panjaitan, Kelurahan Ngadirejo, Kota Blitar. Di antara rombongan itu, ada anggota DPR, Rieke Diah Pitaloka; Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo; Wali Kota Batu Eddy Rumpoko; dan Wakil Bupati Blitar Rijanto.

    Setelah meninggalkan rumah Djarot, rombongan bergerak kembali ke Malang untuk terbang ke Jakarta. Sedangkan Megawati berpisah menuju Bali untuk acara keluarga. 

    HARI TRI WASONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.