Kalla Minta Mahasiswa Lebih Sensitif pada Kesenjangan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla saat menjadi saksi untuk terdakwa mantan Menteri ESDM, Jero Wacik, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 14 Januari 2016. Jusuf Kalla dihadirkan menjadi saksi meringankan atas permintaan terdakwa Jero Wacik. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Wakil Presiden Jusuf Kalla saat menjadi saksi untuk terdakwa mantan Menteri ESDM, Jero Wacik, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 14 Januari 2016. Jusuf Kalla dihadirkan menjadi saksi meringankan atas permintaan terdakwa Jero Wacik. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta mahasiswa tak hanya memprotes dan demo soal politik. Kalla meminta para mahasiswa memperhatikan kesenjangan masyarakat. "Jangan hanya sensitif di masalah sosial politik, tapi sensitif di lingkungan, kesenjangan. Politik bisa kita dorong dengan demo, tapi kemiskinan dan kesenjangan harus dengan kerja keras," kata Kalla di Istana Wakil Presiden, Senin, 25 Januari 2016.

    Pesan Kalla itu disampaikan kepada Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia ketika meresmikan pembukaan Kongres PMKRI ke-29 dan Sidang Majelis Permusyawaratan Anggota ke-28. Kalla meminta organisasi mahasiswa tak hanya semangat berbicara politik, karena saat ini Indonesia kekurangan ahli dan pengusaha yang baik.

    Ketua PMKRI Widia Natalia Sartono mengatakan organisasinya menggelar kongres sebagai ruang silaturahmi. "Situasi hari ini membuat kita melihat kemajemukan isu yang terjadi, tapi paling utama adalah soliditas kebangsaan, sehingga mewujudkan keadilan kalau ada ketimpangan dan keadilan yang belum terwujud," ucapnya.

    Menurut Widia, situasi saat ini membuat semua pihak waswas dan saling curiga, sehingga perlu suara anak muda dalam pembangunan Indonesia.

    TIKA PRIMANDARI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.