Ada Kelompok Kecil Pendukung ISIS di Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara Irak merayakan kemenangannya sambil memegang bendera ISIS di pusat kota Ramadi, Irak, 19 Januari 2016. Pasukan Irak telah mengambil alih Ramadi setelah militan ISIS menguasainya sejak 2014 lalu. AP

    Tentara Irak merayakan kemenangannya sambil memegang bendera ISIS di pusat kota Ramadi, Irak, 19 Januari 2016. Pasukan Irak telah mengambil alih Ramadi setelah militan ISIS menguasainya sejak 2014 lalu. AP

    TEMPO.CO, Jakarta - Hasil sigi Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menemukan masih ada kelompok minoritas masyarakat Indonesia yang mendukung gerakan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Direktur Eksekutif SMRC Djayadi Hanan menuturkan kelompok kecil ini sangat mudah dicekoki paham radikal ISIS. “Sebab, dalam terorisme, yang mereka butuhkan adalah sedikit orang untuk melakukan aksi sesuai dengan kepentingan mereka,” kata Djayadi dalam pemaparan hasil surveinya, akhir pekan lalu.

    Survei dilakukan pada 10-20 Desember 2015, sebelum adanya tragedi ledakan di Jalan M.H. Thamrin. Populasi survei adalah warga Indonesia yang memiliki hak pilih. Dari populasi itu, dipilih secara acak sebanyak 1.220 responden. Responden yang diwawancarai secara valid sebesar 997 orang atau 82 persen untuk kemudian dilakukan analisis. Hasil survei ini memiliki margin of error sekitar 3 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

    Djayadi berujar, dari hasil itu, ditemukan 4,4 persen responden tak menilai ISIS sebagai ancaman. Bahkan, berdasarkan sigi tersebut, 0,3 persen responden membo‎lehkan ISIS berada di Indonesia.

    Kemudian 0,8 persen responden sepakat dengan perjuangan yang dilakukan organisasi pimpinan Abu Bakar al-Baghdadi tersebut. ‎Kelompok kecil inilah yang kemungkinan diincar jaringan ISIS di Indonesia. “Kurangnya pendidikan dan informasi menyebabkan mereka tidak tahu apa yang dilakukan ISIS,” ucapnya.

    Ia juga menilai, jika dilihat dari lokasinya, masyarakat pedesaan tak terlalu merasa terancam oleh ISIS ketimbang warga kota. "Itulah kenapa teroris banyak bersembunyi di desa."

    Deputi II Bidang Penindakan Badan Nasional Penanggulangan Teroris Inspektur Jenderal Arief Dharmawan mengakui hal tersebut. Menurut dia, butuh upaya pencegahan atau deradikalisasi. “Tapi masalahnya, proses deradikalisasi ini tidak seperti makan cabai langsung pedas.”

    REZA ADITYA | FAIZ NASHRILLAH



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?