Iriana Jokowi Beli Burung Merpati Gondok di Pasar Solo  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ibu negara, Iriana Joko Widodo dikawal Paspampres saat berbelanja ke pasar Nangka, Solo, Jawa Tengah, 14 April 2015. Iriana didampingi anak keduanya Kahiyang Ayu berbelanja krupuk, rambak, dan telor. Iriana juga mengaku kepulangannya ke Solo untuk persiapan pernikahan puteranya. Tempo/Bram Selo Agung

    Ibu negara, Iriana Joko Widodo dikawal Paspampres saat berbelanja ke pasar Nangka, Solo, Jawa Tengah, 14 April 2015. Iriana didampingi anak keduanya Kahiyang Ayu berbelanja krupuk, rambak, dan telor. Iriana juga mengaku kepulangannya ke Solo untuk persiapan pernikahan puteranya. Tempo/Bram Selo Agung

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo memborong puluhan burung di Pasar Depok, Solo, Minggu, 24 Januari 2016. Dia singgah di pasar tersebut seusai jalan pagi dalam acara car-free day.

    Jokowi bersama Ibu Negara Iriana memilih sendiri burung yang dibelinya. Berdasarkan pantauan Tempo, mereka membeli burung di tiga kios berbeda. Selain itu, mereka membeli tiga sangkar di kios lain.

    "Bu Iriana membeli tiga pasang merpati," kata salah satu pedagang, Wijianti. Menurut dia, burung merpati yang dipilih merupakan jenis merpati hias.

    Menurut dia, Iriana membeli tiga pasang merpati yang berbeda, yaitu merpati gondok, merpati frillback, dan merpati capuchine. Tiap pasang harganya Rp 100-200 ribu.

    Sedangkan Jokowi memilih membeli burung jalak kapas dan cucak keling di dua kios berbeda. "Langsung memborong jalak kapas hingga 30 ekor," ujar penjual burung, Abdullah. Menurut dia, harga tiap ekornya hanya Rp 35 ribu.

    Menurut informasi, burung-burung tersebut akan dibawa ke Jakarta. Beberapa petugas terlihat menutup sangkar dengan selubung kain dan memasukkannya ke dalam mobil.

    Sebelum meninggalkan pasar, Jokowi sempat membagikan buku kepada anak-anak yang ada di sekitar pasar. Dari Pasar Depok, Jokowi dan rombongan meluncur ke kediamannya di Sumber.

    AHMAD RAFIQ



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.