Jokowi Peringkat 4 Pemimpin Paling Digemari di Facebook  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden terpilih, Joko Widodo, bersama pendiri Facebook, Mark Zuckerberg (kanan), melihat-lihat pakaian dalam kunjunganya di pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta, 13 Oktober 2014. Jokowi bersama Mark berkeliling pasar Tanah Abang untuk membahas tentang ekonomi mikro. TEMPO/Dasril Roszandi.

    Presiden terpilih, Joko Widodo, bersama pendiri Facebook, Mark Zuckerberg (kanan), melihat-lihat pakaian dalam kunjunganya di pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta, 13 Oktober 2014. Jokowi bersama Mark berkeliling pasar Tanah Abang untuk membahas tentang ekonomi mikro. TEMPO/Dasril Roszandi.

    TEMPO.COJakarta - Presiden Joko Widodo masuk empat besar pemimpin paling digemari dalam studi yang dilakukan Lembaga Humas dan Komunikasi, Burson-Marsteller. Jokowi hanya kalah dari Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Perdana Menteri India Narendra Modi, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

    Studi yang dilakukan oleh Burson-Marstellar ini didasarkan pada jumlah penyuka halaman para pemimpin itu di situs Facebook. "Sebanyak 512 halaman (Facebook) dianalisis dalam studi ini, diadakan dengan strategi komunikasi dan humas global firma Burson-Marsteller, yang menggambarkan 196 pemerintahan dan dikombinasikan secara total 230.489.257 penyuka (di Facebook)," tulisnya di situs pribadinya di http://www.burson-marsteller.com/, Selasa, 19 Januari 2016.

    Jokowi meraih 6.014.302 penyuka dalam laman Facebook resminya. Angka ini masih jauh kalah dibanding Obama yang memiliki 46.414.177 penyuka. Di Asia, Jokowi hanya kalah populer dari Narendra Modi, yang meraup 31.745.203 penyuka.

    Studi ini sendiri memilih Facebook sebagai sarana penelitiannya karena dianggap mampu menghubungkan pemimpin dengan masyarakat selama delapan tahun terakhir. Contohnya saja halaman Facebook milik Barack Obama yang hadir pada tahun 2007, yang membantunya memenangkan pemilu pertamanya menjadi Presiden Amerika ke-44.

    "Facebook telah menjadi tempat di mana pemimpin bisa merangkul masyarakatnya dan bisa bercakap-cakap lebih daripada 140 karakter seperti dalam Twitter," tulis situs ini. Menurut situs tersebut, saat ini pemimpin dunia bisa mempublikasikan banyak hal di Facebook dan mendapat respons yang beragam dan seketika.

    Tak jarang hal yang mereka publikasikan menjadi headline di media massa dan menjadi lebih efektif dibanding membuat press release seperti zaman dulu.

    EGI ADYATAMA | BURSON-MARSTELLER


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.