Setelah Din Minimi, Anggota Kelompok Raja Rimba Menyerah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengunjungi anggota kelompok sipil bersenjata pimpinan Nurdin alias Din Minimi di Desa Ladang Baro, Aceh, 29 Desember 2015. Kelompok bersenjata ini merupakan eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), yang dianggap pernah melakukan sejumlah tindak kekerasan di wilayah Aceh. ANTARA/Syifa Yulinnas

    Warga mengunjungi anggota kelompok sipil bersenjata pimpinan Nurdin alias Din Minimi di Desa Ladang Baro, Aceh, 29 Desember 2015. Kelompok bersenjata ini merupakan eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), yang dianggap pernah melakukan sejumlah tindak kekerasan di wilayah Aceh. ANTARA/Syifa Yulinnas

    TEMPO.COBanda Aceh – Seorang anggota kelompok bersenjata Aceh pimpinan Raja Rimba menyerahkan diri ke polisi. Dia bernama Nasrul alias Sikleung. Lelaki 30 tahun ini turun gunung setelah bernegosiasi dengan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Aceh Komisaris Besar Teuku Saladin.

    "Dia sudah pekan lalu mau menyerah, tapi karena ada tugas lain, kami baru bisa menjemputnya Sabtu,” kata Teuku Saladin dalam konferensi pers, Ahad kemarin, 17 Januari 2016.

    Menurut Saladin, polisi telah lama berkomunikasi dengan Nasrul. Polisi membujuk Nasrul menyerahkan diri. Nasrul akhirnya dijemput oleh aparat di Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Perlak, Aceh Timur. 

    Perangkat desa dan keluarga Nasrul ikut membantu penjemputan tersebut. Nasrul hanya menyerahkan satu granat aktif dan tidak memiliki senjata laras panjang atau pendek.

    Dalam catatan Polda Aceh, kelompok Raja Rimba terlibat penculikan karyawan PT Medco E&P, Marcom Primrose, 60 tahun, asal Skotlandia di Aceh Timur pada Juni 2013. Saat itu Nasrul bertugas menjaga sandera yang kemudian dibebaskan.

    Polisi, kata Saladin, sangat mengapresiasi langkah yang diambil Nasrul. Walaupun demikian, proses hukum tetap akan dijalankan dengan pertimbangan memberikan keringanan kepada Nasrul yang dinilai kooperatif.

    Sebelumnya, pada akhir 2015, sebanyak 21 anggota kelompok bersenjata di Aceh yang dipimpin Din Minimi juga menyerahkan diri kepada Badan Intelijen Negara (BIN). Mereka dijemput langsung oleh Kepala BIN Sutiyoso dan dijanjikan amnesti atau pengampunan. 

    ADI WARSIDI


     

     

    Lihat Juga