Gafatar Menyasar Anak Muda Pencari Jati Diri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Surat yang dikirim Erri Indra Kautsar kepada orangtuanya. Erri adalah mahasiswa Surabaya yang menghilang diduga karena ikut Gafatar. TEMPO/Artika Rachmi Farmita

    Surat yang dikirim Erri Indra Kautsar kepada orangtuanya. Erri adalah mahasiswa Surabaya yang menghilang diduga karena ikut Gafatar. TEMPO/Artika Rachmi Farmita

    TEMPO.CO, Surabaya - Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center, Ken Setiawan, mengatakan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) menyasar anak-anak muda untuk dijadikan anggotanya. Menurut dia, anak muda yang direkrut adalah yang tengah mencari jati diri dan berpendidikan tinggi.

    "Anggotanya banyak orang-orang dari kelas menengah atas dan berpendidikan," kata Ken kepada Tempo, 13 Januari 2016.

    Menurut Ken, Gafatar memilih merekrut anak muda yang masih mencari jati diri karena mereka sangat mudah dipengaruhi. Apalagi, ucap Ken, pengurus Gafatar sangat pintar melakukan presentasi tentang tujuan organisasinya. "Biasanya, mereka menggunakan teori-teori motivasi hidup juga," ujarnya.

    Bahkan, para anak muda itu diberikan semacam beasiswa saat menempuh pendidikan sekolah ataupun kuliah, sehingga mereka sama sekali tidak membayar biaya pendidikan. "Itu salah satu cara menarik mereka dengan iming-imingi biayai kuliah," tutur Ken.

    Menurut Ken, orang-orang berpendidikan tinggi, seperti dokter, dosen, dan pengusaha, juga menjadi sasaran perekrutan Gafatar. Ken mengatakan mereka yang berpendidikan tinggi dianggap minim pengetahuan tentang agama. "Jadi orang-orang yang punya pendidikan tinggi sangat mudah dipengaruhi," ucapnya.

    Masyarakat yang anggota keluarganya pernah direkrut Gafatar, ujar Ken, dapat menghubungi nomor 08985151228 untuk mendapat bantuan menyadarkan kembali. "Saya bersedia membantu semaksimal mungkin," tuturnya.

    Gafatar ramai diperbincangkan setelah dikaitkan dengan hilangnya dokter Rica Tri Handayani di Yogyakarta sejak 30 Desember 2015. Dokter muda tersebut akhirnya ditemukan polisi di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, dan dibawa kembali ke Yogyakarta pada Senin, 11 Januari 2016.

    Di Surabaya, mahasiswa bernama Eri Indra Kausar juga telah meninggalkan rumahnya di Jalan Suripto, Kecamatan Kenjeran, Surabaya, sejak empat bulan lalu. Dia sempat memberi kabar melalui pesan pendek kepada keluarganya bahwa ia ikut bergabung dengan Gafatar.

    EDWIN FAJERIAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.