Massa PPP Kubu Romy Berusaha Membubarkan Kegiatan Kubu Djan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan hasil Muktamar Surabaya, Romahurmuziy, memberikan kata sambutan dalam pembukaan Rapat Pimpinan Nasional III PPP, di Jakarta, 28 Oktober 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan hasil Muktamar Surabaya, Romahurmuziy, memberikan kata sambutan dalam pembukaan Rapat Pimpinan Nasional III PPP, di Jakarta, 28 Oktober 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Makassar--Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulawesi Selatan kubu Romahurmuziy tak membantah bahwa berusaha membubarkan kegiatan PPP  pimpinan Djan Faridz yang digelar di Four Point by Sheraton, Makassar, Sabtu, 9 Januari 2015.

    "Benar, kegiatan PPP kubu Djan Faridz berusaha kami bubarkan. Kami kecewa karena kubu Djan tidak berupaya mendukung upaya islah," kata Wakil Ketua PPP Sulawesi Selatan kubu Romy, Rizal Syarifuddin, melalui pesan singkat.

    Menurutnya, massa yang  berupaya membubarkan kegiatan PPP kubu Djan  berasal dari Dewan Pimpinan Cabang Pinrang, Gowa, Takalar, dan Jeneponto.  Rizal mengaku upaya pembubaran itu atas inisiatif sendiri dan tanpa perintah Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PPP Sulawesi Selatan. "Inisiatif para kader untuk menjaga upaya islah."

    Menurut dia, Djan, Humprey Djemat dan Habil Marati tidak bisa lagi mengatasnamakan PPP setelah Kementerian Hukum dan Ham mencabut SK Kepengurusan hasil Muktamar Surabaya dan tidak mensahkan SK kepengurusan hasil Muktamar Jakarta.

    Kementerian mengembalikan SK Kepengurusan hasil Muktamar Bandung yang digelar pada 2011 lalu. "Djan, Humprey, Habil tidak masuk dalam nomenklatur produk kepengurusan Muktamar Bandung 2011 lalu," ujarnya.

    PPP Sulawesi Selatan di bawah Amir Uskara selaku ketua  dan Muhammad Aras sebagai sekretaris  akan berkoordinasi dengan pihak berwajib terkait penggunaan simbol partai di luar dari produk Muktamar Bandung.

    Peringatan Hari Lahir PPP  yang dihadiri oleh Djan Faridz mengalami gangguan, setelah sekitar sepuluh orang datang dan mencoba membubarkan kegiatan tersebut.

    Meski sempat mengalami gangguan pelaksanaan peringatan Harlah PPP ke-43 kubu Djan tetap berlanjut setelah sejumlah polisi yang mengamankan pelaksanaan mampu meredam kisruh yang terjadi.

    ARDIANSYAH RAZAK BAKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.