INFID Kecam Malaysia Tangkap dan Deportasi Aktivis HAM

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Konferensi pers Koalisi Masyarakat Sipil Indonesia untuk SDGs di warung Tjikini, Jalan Cikini Raya, Jakarta, 22 Desember 2015. Dari kiri, Abetnego Tarigan (Direktur Eksekutif Walhi), Wahyu Susilo (pengamat kebijakan dari Migrant Care), Y. Hesthi Murthi (AJI Indonesia), Sugeng Bahagijo (Direktur Eksekutif Infid), dan Mickael Bobby Hoelman (Senior Advisor Infid). TEMPO/Rezki Alvionitasari.

    Konferensi pers Koalisi Masyarakat Sipil Indonesia untuk SDGs di warung Tjikini, Jalan Cikini Raya, Jakarta, 22 Desember 2015. Dari kiri, Abetnego Tarigan (Direktur Eksekutif Walhi), Wahyu Susilo (pengamat kebijakan dari Migrant Care), Y. Hesthi Murthi (AJI Indonesia), Sugeng Bahagijo (Direktur Eksekutif Infid), dan Mickael Bobby Hoelman (Senior Advisor Infid). TEMPO/Rezki Alvionitasari.

    TEMPO.CO, Jakarta - International NGO Forum on Indonesian Development (INFID) mengecam keras Pemerintah Malaysia yang menahan dan mendeportasi aktivis hak asasi manusia Mugiyanto Sipin. Mugiyanto ditangkap saat akan menjadi pembicara dalam seminar di forum gerakan rakyat, dalam acara Yellow Mania yang digelar oleh Gabungan Pilihan Raya Bersih dan Adil (Bersih 2.0) pada di Gedung Perhimpunan Cina Kuala Lumpur dan Selangor, Malaysia.

    Direktur Eksekutif INFID, Sugeng Bahagijo, meminta agar Pemerintah Indonesia menyampaikan nota protes atas pelanggaran kebebasan berdiskusi dan berpendapat itu. Ia juga meminta supaya Pemerintah Malaysia menjamin kebebasan berpendapat di sana. "Tindakan tersebut jelas-jelas bertentangan dengan komitmen ASEAN dalam memajukan hak asasi manusia," katanya dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 7 Januari 2016

    Menurut Sugeng, kehadiran Mugiyanto ke Malaysia untuk menjadi pembicara pada forum yang diadakan oleh BERSIH 2.0, sebuah koalisi untuk pemilu yang bebas dan bersih. Sugeng berujar, di sana Mugiyanto akan berbicara mengenai pengalaman demokratisasi di Indonesia pada periode 1990-an bersama dengan Maria Chin Abdullah, seorang aktivis HAM yang memperjuangkan hak-hak perempuan di Malaysia di forum “People’s Movement can Bring Change” tersebut.

    Kecaman juga disampaikan oleh Komite Pengarah Gabungan Pilihan Raya Bersih dan Adil, Maria Chin Abdullah. "Kami mengutuk keras tindakan kekanak-kanakan pihak berwajib yang telah mencegah Mugiyanto menjadi pembicara dan mendeportasinya," ujar Maria dalam keterangan tertulisnya.

    Menurut Maria, tindakan tersebut merupakan bentuk kerakusan pemerintah pimpinan Barisan Nasional untuk menghalangi masyarakat Malaysia dalam menkritik dan menyuarakan aspirasi masyarakat. "Pemerintah seharusnya malu dengan tindakan seperti ini," ucapnya.

    Mugiyanto ditahan oleh aparat Pemerintah Malaysia pada pukul 12.00 waktu setempat, sesaat setelah mendarat di Bandara Kuala Lumpur dengan pesawat Garuda bernomor penerbangan GA 0820. Mandeep Singh, dari BERSIH 2.0, sempat berkomunikasi singkat dengan Mugiyanto. Mugiyanto menyampaikan dirinya akan ditahan dan segera dideportasi. Saat ini, Mugiyanto baru saja tiba di Jakarta pasca pemulangannya oleh pihak imigrasi Malaysia.

    ABDUL AZIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.