Lewat 24 Jam, Gempa Vulkanik Bromo Berlanjut

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tempat sesaji suku Tengger tertutup material vulkanik gunung Bromo di Probolinggo, Jawa Timur, 4 Januari 2015. Pos Pantau Gunung Api Bromo mencatat, material vulkanik yang dikeluarkan gunung Bromo mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir dengan semburan mencapai ketinggian 1.500 meter diiringi  gempa vulkanik dangkal dan dalam. ANTARA/Ari Bowo Sucipto

    Tempat sesaji suku Tengger tertutup material vulkanik gunung Bromo di Probolinggo, Jawa Timur, 4 Januari 2015. Pos Pantau Gunung Api Bromo mencatat, material vulkanik yang dikeluarkan gunung Bromo mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir dengan semburan mencapai ketinggian 1.500 meter diiringi gempa vulkanik dangkal dan dalam. ANTARA/Ari Bowo Sucipto

    TEMPO.CO, Probolinggo - Gempa vulkanik Gunung Bromo terus berlanjut, Selasa, 5 Januari 2015. Gempa vulkanik yang terjadi selama 24 jam terakhir, mulai dirasakan getarannya hingga hari ini Selasa, 5 Januari 2015. Getaran gempa ini dilaporkan terasa hingga skala Modified Mercalli skala Intensity (MMI) II.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun TEMPO, gempa hingga MMI II ini berarti getarannya dirasakan dalam keadaan tenang. Getaran gempa vulkanik Bromo ini dirasakan oleh warga terutama di Dusun Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo serta pemukiman Tengger lainnya. Getaran gempa ini terutama juga dirasakan orang yang berada di bangunan bersusun di kawasan Tengger. 

    Data yang diperoleh dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Bromo menyebutkan ihwal gempa vulkanik dalam (VA)wat pengamatan kegempaan Pos PGA Bromo antara pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB, Selasa ini menyebutkan tremor masih menerus dengan amplitudo maximum 3-32 milimeter dominan 5 milimeter. Sedangkan gempa vulkanik dalam yang terdeteksi S-P : 2.45 - 2.77s dengan lama gempa 15.55 - 17.43s dengan aplitudo maximum 37 milimeter. Terdengar suara gemuruh dari kawah Bromo.

    Terlihat ada sinar api samar-samar dari kawah. Tiga kali gempa vulkanik dalam (VA) ini terasa sampai skala MMI II. Sedangkan berdasarkan pengamatan secara visual menyebutkan, cuaca cerah, angin tenang, suhu 11-12 derajat celcius. Gunung Bromo tampak jelas, asap kelabu kecoklatan sedng-tebal, tekanan sedang-kuat dengan ketinggian asap 700 meter di atas puncak kawah atau 3029 meter di atas permukaan laut mengarah ke Barat dan Barat Laut. Hingga Selasa pagi ini, status aktifitas Gunung Bromo masih tetap di level siaga atau III.

    Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Dwijoko membenarkan ihwal gempa yang terasa hingga skala MMI II ini. "Dalam keadaan tenang, orang akan merasakan getaran ini," kata Dwijoko kepada TEMPO, Selasa pagi, 5 Januari 2015. Ihwal gempa vulkanik yang terjadi di Gunung Bromo ini menandakan magma yang ada di bawah kawah Bromo mulai mendekati permukaan kawah. "Karena itu terkadang sinar api juga kelihatan samar-samar," katanya menambahkan. 

    DAVID PRIYASIDHARTA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.