Teror Bom Batik Air, Tiga Orang Diamankan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ancaman teror bom di pesawat/pesan teror bom di pesawat. express.co.uk

    Ilustrasi ancaman teror bom di pesawat/pesan teror bom di pesawat. express.co.uk

    TEMPO.CO, Kupang - Aparat kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur memeriksa tiga penumpang Batik Air yang membawa benda mencurigakan yang diduga bom.

    "Ketiganya akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Walaupun ketiganya hanya guyon terkait teror bom itu," kata Kapolda Nusa Tenggara Timur Brigadir Jenderal Endang Sunjaya kepada wartawan, Sabtu, 26 Desember 2015.

    Ketiga orang yang diamankan itu, yakni Heri Iskandar, Feby Maulana, dan Hendi Susandi asal Sukabumi, Jawa Barat. Ketiganya merupakan penumpang Batik Air tujuan Jakarta.

    Komandan Pangkalan Udara El Tari, Kupang, Kolonel Penerbang Andi Wijaya, mengatakan seorang penumpang diduga membawa benda mencurigakan, sehingga diminta turun dari pesawat. Benda yang diduga bom itu terungkap ketika barang bawaan penumpang diperiksa menggunakan x-ray.

    Namun ketiganya menolak. Mereka justru berkata kepada pramugari, "Bagaimana kalau saya ada bawa bom."

    Mendengar hal itu, kata Wijaya, pihak Batik Air melaporkannya kepada petugas keamanan di Bandara El Tari, Kupang. Pihak bandara langsung mengamankan ketiga penumpang tersebut dan seluruh penumpang di minta turun untuk dilakukan pemeriksaan terhadap pesawat termasuk bahan bakar pesawat pun dikeluarkan lagi.

    Hingga saat ini pesawat Batik Air belum diizinkan terbang.

    YOHANES SEO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.