Kecelakaan Kapal Marina, Nelayan Lihat Banyak Mayat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim SAR melakukan pencarian korban tenggelamnya KM Marina Baru 2B di Teluk Bone, Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, 20 Desember 2015. ANTARA FOTO

    Tim SAR melakukan pencarian korban tenggelamnya KM Marina Baru 2B di Teluk Bone, Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, 20 Desember 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Luwu - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Luwu bersama Dinas Perhubungan, TNI, dan kepolisian melakukan pencarian penumpang KM Marina Baru 2B di perairan Kota Palopo dan Bua, Kabupaten Luwu. Pencarian menggunakan kapal Tuna Jaya dilakukan sejak pukul 19.30 hingga 00.40, Ahad-Senin, 20-21 Desember 2015.

    Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Luwu Rudi Dappi mengatakan pencarian ini dilakukan setelah adanya laporan dari Andi Imran, 38 tahun, nelayan Dusun Balambang, Desa Raja, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu.

    "Nelayan melihat banyak jenazah. Ada yang tanpa busana. Tapi nelayan tadi tidak berani mengevakuasi karena hanya seorang diri. Dia hanya mengambil pelampung dan barang lain yang berada di dekat jenazah tersebut," ucap Rudi, Selasa, 22 Desember 2015.

    Tapi, setelah beberapa jam menyisir perairan, pihaknya tidak menemukan satu pun jenazah. Meski demikian, BPBD Luwu yakin mayat yang dilihat Andi Imran adalah jenazah penumpang KM Marina Baru 2B. Sebab, pihaknya menemukan sejumlah barang yang diduga kuat milik Marina Baru 2B.

    "Ada jaket pelampung warna oranye bertuliskan Marina Baru 2B, tabung oksigen, dan sekoci karet kecil yang sudah mengempis," ujar Aminuddin, Kepala Bidang Bencana BPBD Kabupaten Luwu.

    Aminuddin menjelaskan, barang tersebut kini diamankan di Kepolisian Sektor Bua. Pagi ini, tim Badan SAR Nasional, BPBD, dan unsur lain kembali melakukan pencarian dari perairan Palopo sampai Luwu Timur.

    Andi Imran mengaku melihat sekitar sepuluh jenazah yang diduga penumpang KM Marina Naru 2B. Dia sempat mendekat hingga 50 meter. "Saya tidak berani menyentuh, hanya barang-barang yang bisa saya bawa yang saya ambil," tuturnya.

    HASWADI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.