Cuaca Buruk dan Erupsi Bromo Ancam Penerbangan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gunung Bromo menyemburkan material vulkanis terlihat dari Pos Pantau Pengamatan Gunung Api Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, 18 Desember 2015. Walaupun berstatus siaga, Gunung Bromo tetap dibuka untuk kunjungan wisatawan dengan radius di atas 2,5 kilometer dari bibir kawah. ANTARA/Zabur Karuru

    Gunung Bromo menyemburkan material vulkanis terlihat dari Pos Pantau Pengamatan Gunung Api Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, 18 Desember 2015. Walaupun berstatus siaga, Gunung Bromo tetap dibuka untuk kunjungan wisatawan dengan radius di atas 2,5 kilometer dari bibir kawah. ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Sidoarjo - Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah III Kelas I Juanda Surabaya, Dadun Kohar, menyatakan cuaca buruk masih akan terus terjadi sampai akhir tahun. Karena itu, pihaknya terus melakukan langkah antisipasi.

    "Kami selaku penyelanggra bandara dengan Airnav selalu koordinasi bila ada delay atau deliver ke bandara lain," kata Kohar saat membuka posko terpadu di Terminal 2 Bandar Udara Internasional Juanda, Jumat, 18 Desember 2015.

    Selain cuaca buruk, menurut Kohar, pada akhir tahun nanti masih akan menghadapi masalah erupsi Gunung Bromo. "Kita masih menghadapi masalah Gunung Bromo. Sampai saat ini masih aktif," ujarnya.

    Meski hari ini Bandar Udara Abdurachman Saleh di Kabupaten Malang yang terdampak langsung abu erupis Gunung Bromo sudah dibuka, menurut Kohar, sewaktu-waktu bisa jadi ditutup kembali dengan alasan pertimbangan keselamatan penerbangan.

    Kepala Airnav Bandar Udara Internasional Juanda, Nur Hasan, mengatakan telah menyiapkan sejumlah alat bantu navigasi. "Kemarin sudah dicek dan verifikasi. Siap mendukung," kata Hasan.

    Sementara itu, Posko terpadu jelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2016 dibuka selama 22 hari terhitung sejak hari ini. Posko tersebut didirikan sebagai instruksi dari Kementerian Perhubungan dalam rangka menjaga keamanan saat Natal dan Tahun Baru 2016.

    NUR HADI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.