Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Mandra Divonis 1 Tahun Penjara

image-gnews
Mandra Naih berpose memamerkan batu akiknya sebelum mengikuti sidang dengan agenda tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 23 November 2015. Direktur Utama PT Viandra Production itu mendapat dukungan dari ratusan pecinta batu akik Pandan yang tergabung dalam Komunitas Pandan Lovers. ANTARA/Wahyu Putro A
Mandra Naih berpose memamerkan batu akiknya sebelum mengikuti sidang dengan agenda tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 23 November 2015. Direktur Utama PT Viandra Production itu mendapat dukungan dari ratusan pecinta batu akik Pandan yang tergabung dalam Komunitas Pandan Lovers. ANTARA/Wahyu Putro A
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Seniman Betawi Mandra Naih divonis 1 tahun penjara dan denda Rp 50 juta subider 2 bulan kurungan karena dinilai bersalah mendapatkan keuntungan Rp 1,4 miliar dan merugikan keuangan negara hingga Rp 12,039 miliar dalam penjualan film dengan Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI).

"Menyatakan terdakwa Mandra terbukti bersalah melakukan tindak pidana dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau korporasi dengan menyalahgunakan kewenangannya sebagaimana dakawaan subsider dan menjatuhkan pidana penjara selama 1 tahun ditambah denda Rp50 juta yang apabila tidak dibayarkan maka akan dipenjara selama 2 bulan," kata ketua majelis hakim Arifin di pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis 17 Desember 2015.

Putusan itu lebih rendah dibanding tuntutan jaksa Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat yang meminta Mandra 1,5 tahun penjara dan denda Rp100 juta subsider 6 bulan kurungan berdasarkan dakwaan subsider pasal 3 jo pasal 18 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo pasal 64.

Mandra sudah menjalani kurungan selama 9 bulan artinya ia tinggal menjalani pidana penjara selama 3 bulan penjara dan membayar denda.

Mandra dinilai merugikan keuangan negara hingga Rp12,039 miliar dari kemahalan harga film ZOID sebesar Rp 1,57 miliar dan Paket Program Siar Siap FTV (Film Televisi) Komedi dan Program Siap Siar FTV dan Program Siap Siar FTV Kolosal senilai Rp 10,464 miliar sehingga Mandra mendapat keuntungan Rp1,4 miliar dan Direktur PT Media Art Image Iwan Chermawan mendapat keuntungan Rp 10,63 miliar.

Padahal untuk program siap siar kartun animasi robotik Zoid, selain perizinan PT Viandra Production selain perizinannnya sudah tidak berlaku lagi, juga tidak memenuhi persyaratan sebagaimana spesifikasi teknis yang tertuang dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK) di mana film ZOID merupakan film dari luar negeri sehingga Mandra bukan sebagai distributor untuk film Zoid di Indonesia.

Sedangkan untuk FTV Kolosal Jenggo Betawi, Gue Sayang dan Zorro selain perusahaan PT Viandra Production izinnya tidak belaku lagi, perusahaan itu juga tidak memenuhi persyaratan KAK yaitu sinema seri berupa program first run, karena kenyataannya film Jenggo Betawi sudah pernah ditayangkan di SCTV dan RCTI sehingga penayangan TVRI bukan lagi program first fun (pertama kali tayang).

Namun beberapa tanda tangan Mandra dalam dokumen kontra tesebut dinilai dipalsukan oleh Direktur PT Media Art Image Iwan Chermawan dan Andi Diansyah sehingga Mandra melaporkan keduanya ke Bareskrim Polri. Penyidik Bareskrim pun sudah menahan Andi Diansyah pada 5 Oktober 2015 lalu.

Mandra baru mengetahui tanda tangannya dipalsukan saat diperiksa oleh jaksa. Mandra melihat dalam beberapa dokumen yang jumlahnya lebih dari 30 itu tidak ia tanda tangani.

"Kesalahan terdakwa bukanlah karena terdakwa mengambil uang negara atau menikmati uang negara dari suatu tindak pidana korupsi. Akan tetapi haji Mandra, dinyatakan bersalah karena mengizinkan Andi Diansyah dan memberikan kuasa kepadanya untuk menggunakan PT Viandra Production milik terdakwa untuk mengikuti pengadaan program siap siar LPP TVRI dengan menyertakan tiga buah film miliknya dalam proses lelang," kata hakim Arifin.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Menurut hakim, Mandra tahu ada dokumen-dokumen perusahaan miliknya yang sudah tidak memenuhi persyaratan dalam proses pengadaan namun Andi Diansyah dan Iwan Chermawan malahan memanfaatkan kepercayaan yang diberikan Mandra itu.

"Andi Diansyah dan Iwan Chermawan malaham memanfaatkan kepercayaan yang diberikan terdakwa tersebut untuk menyetujui tiga kontrak film yang dimiliki terdakwa dengan me-mark-up nilai harga yang tidak wajar," tambah hakim Arifin.

Hakim menilai uang yang telah ditransfer oleh Iwan Chermawan ke rekening BCA milik Mandra sebesar Rp1,4 miliar merupakan harga pasar.

"Sedangkan hal yang tidak wajar adalah harga film dalam kontrak yang sangat tinggi yang ditandatangani Andi Diansyah dengan cara memalsukan tanda tangan terdakwa sehingga perbuatan terdakwa tersebut telah memperkaya orang lain, Iwan Chermawan dan sejumlah pejabat di TVRI dalam pelaksanaan program siap siar tahun 2012," jelas hakim Arifin.

Namun dalam putusan itu, ada putusan berbeda dari hakim ad hoc Alexander Marwata yang baru saja terpilih menjadi pimpinan KPK.

"Menurut hakim anggota 2 tidak ada relevansinya dengan keuntungan Iwan Chermawan, terdakwa dapat keuntugan Rp1,4 miliar karena menjual film ke Iwan dan Iwan mendapat Rp12,039 miliar karena Iwan sudah me-mark up, dokumen-dokumen PT Viandra Production.

Dokumen PT Viandra Production tidak berlalu lagi dan hanya untuk memenuhi syarat formalitas dan tidak ada kaitan dengan mark up Iwan dengan dokumen PT Viandra, dan tidak ada hbungann dengan surat kuasa terdakwa sehingga dakwaan sebagaimana pasal 3 harus dinyatakan tidak terbukti dan terdakwa dibebaskan dari perbuatan yang didakwakan," kata hakim Alexander.

Atas vonis itu Mandra mengaku menerima sedangkan jaksa penuntut umum menyatakan pikir-pikir.

ANTARA

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

59 Tahun Mandra: Seniman Topeng yang Tembus Layar Lebar dan Sinetron

8 hari lalu

Mandra Naih berpose memamerkan batu akiknya sebelum mengikuti sidang dengan agenda tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 23 November 2015. Direktur Utama PT Viandra Production itu mendapat dukungan dari ratusan pecinta batu akik Pandan yang tergabung dalam Komunitas Pandan Lovers. ANTARA/Wahyu Putro A
59 Tahun Mandra: Seniman Topeng yang Tembus Layar Lebar dan Sinetron

Sebelum menjadi bintang sinetron, Mandra adalah seorang seniman tradisional. Kemampuan aktingnya diasah dalam seni topeng Betawi.


Komedian Lenong Betawi, Omaswati Meninggal

16 Juli 2020

Omaswati, komedian Lenong Betawi, meninggal pada Kamis malam, 16 Juli 2020
Komedian Lenong Betawi, Omaswati Meninggal

Kabar berpulangnya Omaswati langsung tersebar viral melalui unggahan duka cita selebritas Indonesia seperti Gading Marten dan Dorce Gamalama.


Direksi Dinonaktifkan, Dewas: Operasional TVRI Tak Terganggu

28 Maret 2020

Kain hitam bertuliskan #SaveTVRI terbentang di sejumlah titik di gedung TVRI, Senin, 20 Januari 2020. Foto: Istimewa
Direksi Dinonaktifkan, Dewas: Operasional TVRI Tak Terganggu

Dewan Pengawas menyatakan operasional TVRI tak terganggu meski direksi diberhentikan.


Dinonaktifkan Dewan Pengawas, Direktur TVRI Siapkan Pembelaan

27 Maret 2020

Ketua Dewan Pengawas (Dewas) Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI Arif Hidayat (tengah) bersama anggota Dewas LPP TVRI Made Ayu Dwie Mahenny (kiri), Maryuni Kabul Budiono (kedua kiri), Pamungkas Trishadiatmoko (kedua kanan), dan Supra Wimbarti (kanan) mengikuti rapat degar pendapat dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 21 Januari 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis
Dinonaktifkan Dewan Pengawas, Direktur TVRI Siapkan Pembelaan

Dewan Pengawas TVRI memecat tiga direksi tanpa alasan yang jelas.


Karyawan TVRI Minta Dewas Tak Rekrut Pengganti Helmy Yahya

29 Januari 2020

Suasana Rapat Dengar Pendapat antara Mantan Direktur Utama TVRI Helmy Yahya dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 28 Januari 2020. ANTARA
Karyawan TVRI Minta Dewas Tak Rekrut Pengganti Helmy Yahya

Dewan Pengawas berencana merekrut Dirut TVRI pengganti Helmy Yahya.


27 Tahun Kisah Cinta Si Doel Akhirnya Selesai Juga

13 Januari 2020

Para pemain film Akhir Kisah Cinta Si Doel yang akan tayang perdana pada Kamis, 23 Januari 2020, bersama dengan pengisi acara Mega Konser Akhir Kisah Cinta Si Doel. TEMPO/NURUL FARA
27 Tahun Kisah Cinta Si Doel Akhirnya Selesai Juga

Rano Karno menuturkan, alasan mengapa kisah cinta Si Doel yang sudah diceritakan selama 27 tahun in harus berakhir.


Mandra Isi Suara Karakter Dirinya Sendiri di Sekuel Film Si Juki

17 Juli 2019

Komedian Mandra Naih dalam foto yang diambil pada 1998 (kiri) dan saat pemutaran perdana film Si Doel The Movie di Jakarta, Jumat, 28 Juli 2018. Si Doel The Movie mulai  tayang di bioskop Tanah Air pada 2 Agustus 2018. TEMPO/Rully Kesuma/Nurdiansah
Mandra Isi Suara Karakter Dirinya Sendiri di Sekuel Film Si Juki

Mandra terlibat dalam produksi animasi Si Juki. Ia mengisi suara karakter dirinya sendiri


Komedian Mandra Bantah Isu Jadi Caleg

31 Juli 2018

Komedian Mandra Naih dalam foto yang diambil pada 1998 (kiri) dan saat pemutaran perdana film Si Doel The Movie di Jakarta, Jumat, 28 Juli 2018. Si Doel The Movie mulai  tayang di bioskop Tanah Air pada 2 Agustus 2018. TEMPO/Rully Kesuma/Nurdiansah
Komedian Mandra Bantah Isu Jadi Caleg

Soal banyaknya artis yang mencoba peruntungan di dunia politik, Mandra menganggapnya sebagai hal yang wajar


Peduli Budaya Betawi, Mandra: Pemerintah Kurang Perhatian  

6 Maret 2016

Mandra Naih berpose memamerkan batu akiknya sebelum mengikuti sidang dengan agenda tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 23 November 2015. Direktur Utama PT Viandra Production itu mendapat dukungan dari ratusan pecinta batu akik Pandan yang tergabung dalam Komunitas Pandan Lovers. ANTARA/Wahyu Putro A
Peduli Budaya Betawi, Mandra: Pemerintah Kurang Perhatian  

Peran serta pemerintah dalam mengembangkan seni dan budaya merupakan kewajiban.


Dipenjara, Komedian Mandra Dijenguk Selebriti dan Pelawak

28 Desember 2015

Komedian Mandra Naih alias Mandra duduk melambaikan tangan saat menunggu sidang dengan agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 23 November 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho
Dipenjara, Komedian Mandra Dijenguk Selebriti dan Pelawak

Rekan-rekan Mandra berharap kedatangan mereka bisa membuat Mandra semakin tabah dan berbesar hati menanggapi permasalahan.