Perwira Polda Mulanya Mau Bahas Warisan, Tiba-tiba Dor...  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi penembakan. haihoi.com

    ilustrasi penembakan. haihoi.com

    TEMPO.CO, Pinrang - Anggota perwira Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat diduga menembak saudara kandungnya di lahan peternakan di Lappa-lappa'e, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Jumat sore, 11 Desember 2015.

    Perwira tersebut diketahui berpangkat ajun komisaris polisi yang bertugas di Direktorat Intelijen dan Keamanan Polda Sulselbar berinisial KR. Perwira ini juga mantan Kepala Satuan Intelkam di Kepolisian Resor Parepare, Sulawesi Selatan.

    Aksi penembakan itu tidak menewaskan korban. Korban bernama Thalib, yang merupakan Kepala Sekolah Dasar Negeri 65 Pinrang, harus mendapat pertolongan medis. Sebabnya, kedua kakinya terdapat luka tembak.

    BERITA MENARIK
    Luhut: Apa Masuk Akal Freeport Beri Saham 20 Persen? Itu Triliunan!
    Jaksa Agung Ragu Polri Usut Laporan Setya Novanto

    Kejadian itu berawal kala KR memanggil saudaranya untuk membahas pembagian warisan berupa lahan peternakan. "Adik saya, Thalib, lebih dulu ke lokasi. Sebelum sampai saya dengar suara tembakan beberapa kali," kata Burhanuddin, kakak Thalib dan KR.  

    Menurut Burhanuddin, setibanya di lokasi ia sudah melihat Thalib bercucuran darah. "Dan polisi itu memegang senjatanya," kata Burhanuddin yang ketika ditemui berada di Rumah Sakit Andi Makkasau, Kota Parepare, Jumat malam, 11 Desember 2015.

    Burhanuddin berharap kasus penembakan yang dilakukan saudaranya itu diproses hukum lebih lanjut oleh pihak kepolisian. "Walaupun dia saudara kami, dia itu tetaplah pelaku, dan hukum harus berjalan," ucap Burhanuddin.

    Kepala Kepolisian Resor Pinrang Adri Irniadi irit bicara terkait dengan penembakan oleh polisi di wilayah hukumnya. "Pelaku sudah menyerahkan diri ke polda, nanti dilihat apakah polda yang ambil alih atau bagaimana," kata dia saat dihubungi.

    Dari hasil olah tempat kejadian perkara oleh Propam Polres Pinrang di tiga lokasi kejadian, mereka mengamankan barang bukti berupa empat selongsong peluru senjata revolver, 1 butir peluru cets, dan satu buah proyektil di area yang penuh ceceran darah.

    Hardiyanti Ismi, dokter di RS Andi Makkasau, mengatakan kondisi korban sudah membaik setelah betis kirinya mendapat luka tembus. "Lukanya sudah dibersihkan. Nanti kembali dirontgen mengantisipasi sisa benda asing seperti selongsong."

    DIDIET HARYADI SYAHRIR

    BACA JUGA
    Prostitusi Artis, Begini Cara Polisi Menjebak NM dan PR
    Prostitusi Artis NM dan PR Terungkap Berkat Robby Abbas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.